Follow us on:

Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisifasinya:

Delivered by FeedBurner

Pages

Spies Yakin Potensi Yamaha

Foto: Aksi Ben Spies saat berduel dengan Valentino Rossi yang akhirnya dimenangkan Spies/Getty Images
Foto: Aksi Ben Spies saat berduel dengan Valentino Rossi yang akhirnya dimenangkan Spies/Getty Images

GERNO DI LESMO - Pembalap Yamaha Ben Spies meyakini timnya masih memiliki potensi besar untuk mempertahankan mahkota juara musim ini. Spies percaya, timnya mampu mengungguli dua rival utamanya Repsol Honda dan Ducati.

Yamaha, juara di tiga musim terakhir mengawali musim kompetisi MotoGP 2011 dengan kurang meyakinkan. Dua pembalapnya, Jorge Lorenzo dan Spies gagal menyaingi Casey Stoner (Repsol Honda) yang tampil sebagai juara pada seri perdana di Losail, Qatar, akhir pekan lalu.

Lorenzo yang berhasil finis di posisi kedua bahkan tertinggal sekira tiga detik di belakang Stoner. Sementara, Spies hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi enam, kalah dari Andrea Dovizioso dan Marco Simoncelli yang juga merupakan pembalap Honda.

Berkaca pada hasil tersebut, banyak kalangan mulai ragu akan kapasitas Yamaha untuk bisa mempertahankan gelarnya musim ini. Namun, Spies tidak percaya dengan hal itu dan tetap optismistis timnya bisa kembali berjaya musim ini.

“Memasuki seri ketiga balapan, setiap orang baru bisa memberikan prediksi terkait apa yang akan terjadi dan apa yang dibutuhkan timnya masing-masing. Kami sudah bekerja dengan apa yang kami punya. Yang bisa anda bandingkan adalah penampilan Jorge musim lalu, dan semua orang tahu dia sangat cepat dan musim ini dia juga tidak lebih lambat,” ujarnya membela rekan setimnya yang dinilai bermain aman saat balapan di Losail.

“Mungkin, kami masih harus bekerja mengatasi beberapa masalah pada motor. Tapi secara keseluruhan, paket motor kami sudah cukup bagus. Kami tahu, keseimbangan motor sudah baik, jadi rasanya kami tidak akan mengalami masalah besar,” sambungnya dikutip MCN, Kamis (24/3/2011).

“Tahun lalu, kita melihat Yamaha berhasil tampil cepat di setiap trek. Kami tidak hanya cepat di salah satu trek, seperti Honda yang mampu tampil sangat cepat di trek tertentu. Sementara Ducati juga memiliki karakter yang tak jauh berbeda,” imbuhnya mengomentari penampilan tim lain.

“Saya rasa, tahun ini akan berlangsung tidak jauh berbeda dari tahun lalu. Honda seperti masih harus menemukan konsistensi pada motornya. Dan saya yakin, konsistensi masih menjadi kekuatan utama Yamaha,” tutupnya meyakini Yamaha bakal kembali tampil sebagai juara musim ini

Pedrosa Masih Dihantui Cedera

Foto: Dani Pedrosa mengaku masih merasakan sakit saat dirinya melintas di atas sirkuit Losai, dinhari tadi (Getty Images)
Foto: Dani Pedrosa mengaku masih merasakan sakit saat dirinya melintas di atas sirkuit Losai, dinhari tadi (Getty Images)

DOHA – Rider Repsol Honda, Dani Pedrosa mengaku persoalan cedera yang sempat dirasakannya masih memberikan dampak negatif buat performanya di atas sadel RC 212V yang dikendarainya saat dirinya beraksi di seri pembuka dinihari tadi.

Kendati masih dihantui persoalan cedera, Pedrosa seolaha tidak memiliki persoalan serius di dalam dirinya. Faktanya, pembalap bertubuh mungil itu berhasil naik podium ketiga di depan Jorge Lorenzo dan Casey Stoner.

Kilas balik ke belakang, persoalan cedera memang sempat menghantui rider asal Spanyol tersebut musim lalu. Serangkaian operasi pun harus dilalui Pedrosa untuk memulihkan kondisinya.

Proses pemulihannya pun berjalan sesuai rencana dan tidak ada masalah berarti. Namun siapa sangka, persoalan klasik ini menjadi kendala krusial buatnya untuk memberikan tekanan kepada Lorenzo.

“Saya kecewa, bukan untuk balapan ini, melainkan masalah fisik dengan lengan kiri saya,” kata Pedrosa sebagaimana di lansir Crash, Senin (21/3/2011)

Pedrosa pun mengakui, sebelum balapan dimulai ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi fisiknya. Puncaknya, saat balapan bergulir rasa sakit yang menghampiri semakin menjadi-jadi.

“Selama sesi latihan, saya sudah merasakan sesuatu. Tapi saya tidak yakin apakah (cedera) ini bisa seburuk itu. Akhirnya saya tidak bisa mengendalikan stang pada 7 sampai 8 lap terakhir. Saya tidak bisa menggunkan kopling sama sekali. Saya hanya menahan lengan

Pedrosa mengaku dirinya akan tampil lebih baik lagi jika dirinya tidak terganggu dengan cedera yang semoat dirasakannya saat berada di atas tunggangannya.

“Motor tersebut sangat sempuran selama balana. Saya memiliki kesempatan untuk menang. Namun saya memiliki momen sulit. Ini salah satu race terberat dalam hidup saya. Saya tidak tahu apa yang bisa saya lakukan. Dalam sesi tes musim dingin saya merasa agak lemah. Tapi saya merasa baik-baik saja,” ungkap Pedrosa.

Berangkat dari situasi ini, Pedrosa pun menyampaikan permintaan maafnya kepada tim atas hasil kurang maksimal yang didapatnya dalam balapan pemubuka musim ini.

“Saya merasa kasihan juga dengan tim saya, karena motor itu sangat baik, cepat, dan sempurna saat menikung. Saya bangga bagaimana saya mengendarainya. Saya sudah berjuang dengan Stoner."

"Saya tahu, kami akan pergi ke Jerez dalam dua pekan mendatang di mana motor berjalan sangat baik. Namun saya tidak tahu apa yang akan terjadi," tandas Predrosa

Stoner: Balapan di Jerez Tidak Mudah

Foto: Casey Stomer/Reuters
Foto: Casey Stomer/Reuters

BOLOGNA - Casey Stoner memang dengan mudah memenangi balapan di MotoGP Qatar 2011. Namun, Stoner mengingatkan balapan selanjutnya di Spanyol tidak akan mudah.

Dominasi sudah diperlihatkan pembalap anyar Repsol Honda ini sejak sesi latihan bebas. Akhirnya, Stoner memberikan kemenangan perdana buat Honda, setelah unggul sekira 3.44 detik dari juara bertahan Jorge Lorenzo.

Balapan selanjutnya akan berlangsung di Spanyol, 3 April mendatang. Stoner sadar trek rekornya di Sirkuit Jerez, tidak sebagus saat di Sirkuit Losail. Tak heran, mantan bintang Ducati sadar balapan di Spanyol nanti tidak akan berlangsung mudah.

"Sepertinya balapan di Jerez tidak akan mudah, yang mana di lintasan itu saya tidak memiliki rekor cukup bagus di masa lalu," aku Stoner, yang pernah empat musim membela Ducati itu, menjabarkan peluangnya di Spanyol.

Sejak memulai kompetisi di MotoGP musim 2007, Stoner tidak mampu mencatat hasil gemilang di Spanyol. Prestasi terbaiknya adalah finis di peringkat empat, yang mana terjadi pada musim 2009 silam. Stoner mengaku sudah tidak sabar berlaga di Jerez lagi.

"Saya sudah tidak sabar untuk membalap di sana, tahun ini. Sebab, saya akan menghadapi dua rival tangguh, dengan level sama macam Lorenzo dan Pedrosa," lanjut pembalap kelahiran Australia itu dilansir AFP, Selasa (22/3/2011).

Dovizioso Puji Agresivitas Simoncelli

F: Andrea Dovizioso (daylife)
F: Andrea Dovizioso (daylife)
DOHA – Andrea Dovizioso berhasil mengungguli Marco Simoncelli pada gelaran perdana MotoGP di GP Qatar, dini hari tadi. Namun, Dovizioso memuji penampilan pembalap satelit, Honda Gresini tersebut.

Dovizioso mewakili Honda Repsol dengan finish di empat. Dovi hanya terpaut sepersekian detik dengan Marco Simoncelli yang mengakhiri lomba di posisi kelima. Dovi ada di belakang rekan setimnya Dani Pedrosa.

Tapi, Dovizioso lebih menitikberatkan fokus pertarungan dengan Simoncelli daripada dengan Pedrosa. Pasalnya, Simoncelli balapan dengan semangat tinggi dan mampu memberikan tekanan kepada Dovi.

"Saya cukup kehilangan waktu saat betarung dengan Simoncelli. Manuvernya membatasi gerak saya dan itu cukup menyulitkan. Itu adalah momen krusial dimana kami terlibat pertarungan dan membuat kami sulit mencapai posisi tiga," jelas Dovizioso seperti dilansir Crash, Senin (21/3/2011).

Dovizioso secara umum puas dengan kecepatan motor Honda Repsol RC212V di seri perdana tersebut. Memulai balapan dari posisi tujuh, Dovizioso mampu merangkak ke posisi empat.

"Sebenarnya ada kekecewaan karena target kami adalah menguasai podium. Tapi, ini adalah hasil yang baik karena kecepatan motor sudah seusai yang saya inginkan, meski keinginan saya adalah bertarung dengan Casey Stoner dan Dani Pedrosa," lanjut Dovi.

Melihat hasil balapan dini hari tadi, jelas adalah sebuah pesan dari Honda Repsol bahwa mereka adalah tim yang siap mematahkan dominasi Yamaha atau Ducati di musim ini. HRC menempatkan Stoner dan Pedrosa untuk naik ke podium pada seri perdana tersebut.
Sumber : http://sports.okezone.com/

Cedera Bahu Pengaruhi Performa Rossi

F: Rossi di depan Ben Spies (daylife)
F: Rossi di depan Ben Spies (daylife)
DOHA – Valentino Rossi harus puas finish di posisi tujuh pada gelaran seri perdana MotoGP di Qatar dini hari tadi. Rossi menyatakan bahwa masih ada rasa sakit pada cedera bahu dan itu sangat mempengaruhi performanya di sirkuit Losail.

Juara tujuh kali MotoGP ini memang belum menunjukan performa apik bersama tim barunya, Ducati. Rossi sudah bermasalah sejak sesi pramusim, dan masalah itu berlanjut di seri perdana tadi. Memulai start dari posisi sembilan dan sempat menyodok ke posisi dua, tapi The Doctor malah melorot ke posisi tujuh.

Pertarungan Rossi hanya terjadi dengan pembalap Yamaha Ben Spies dan pembalap Yamah Tech3 Colin Edwards. Sayang, pembalap Italia tersebut tidak bisa bangkit dari posisi tujuh.

"Saya sudah memulai start dengan baik, dan perasaan saya sangat bagus sebab tenaga kuda motor langsung menyentak. Itu sangat membantu saya menyodok ke depan," jelas Rossi seusai balapan.

"Tapi, saya melakukan kesalahan kecil di tikungan pertama dan saya terpaku di belakang Hector Barbera selama beberapa lap. Saya juga sempat mendekati Marco Simoncelli dan Andrea Dovizioso, sayang saya tidak bisa menyalip mereka karena bahu terasa sakit," lanjut The Doctor seperti dilansir crash, Senin (21/3/2011).

Kendati bermasalah dengan kondisi fisik, Rossi tidak menyebut performa Ducati Desmosedici tunggangannya bermasalah. Mantan rider Honda dan Yamaha ini malah memuji performa motor.

"Tentunya kami tidak datang balapan jika hanya untuk posisi tujuh. Motor sangat baik dan kami selalu berpikir positif di setiap balapan. Buktinya, motor masih bisa melesat di awal lap," tutur Rossi.

Sementara itu rekan setim Rossi, Nicky Hayden juga mencatat hasil kurang memuaskan dengan hanya finish di posisi sembilan. Hayden berada di belakang Colin Edwars dan di depan pembalap Honda Gresini, Hiroshi Aoyama.
Sumber : http://sports.okezone.com/

Jerez Selamat Hingga 2016, Brno Kritis

Jerez de la Frontera.(foto:IST)
Jerez de la Frontera.(foto:IST)

JEREZ - Sirkuit Jerez de la Frontera Spanyol dipastikan memiliki agenda tetap MotoGP hingga lima tahun kedepan. Kepastian ini menyusul kesepakatan yang dicapai pemerintah lokal untuk mendatangani kontrak baru dengan Dorna Sports.

Jerez nyaris ‘ditutup’ menyusul pembekuan aset sirkuit yang dibuka 8 Desember 1985 itu disebabkan persoalan utang pada 2005 yang belum beres. Namun Motocuatro.com melansir Menteri Pariwisata olahraga dan Perdagangan untuk area Andalusia Luciano Alonso memposisikan Jerez sebagai sarana penting untuk menarik investasi dan publikasi sehingga Jerez diupayakan terus untuk menggelar MotoGP.

Dan kesepakatan baru dengan Dorna memastikan Jerez tetap akan menggelar MotoGP hingga 2016.Dengan pengumuman sebelumnya bahwa Motorland Aragon juga telah mempermanenkan agenda, berarti setiap tahun Spanyol dipastikan bakal menggelar empat ronde MotoGP.

Berbeda dengan Jerez, nasib sirkuit Brno Masryk cukup kritis.Setelah mengalami kerugian 3.5 juta Euro pada 2010, dikhawatirkan tahun ini merupakan musim terakhir sirkuit di Republik Ceska itu menggelar GP.

Harapan besar kini bertumpu pada kehadiran Karel Abraham, pembalap pertama Republik Ceska yang turun di MotoGP. Abraham diharapkan mampu menyedot pengunjung musim ini sehingga bisa memberi pemasukan besar meski nada pesimistis dikeluarkan Presiden sirkuit Ivana Ulmanova bahwa pemotongan investasi sekalipun tidak akan cukup untuk mempertahankan balapan di Masaryk.


Sumber : http://sports.okezone.com/

Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisifasinya:

Delivered by FeedBurner