Follow us on:

Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisifasinya:

Delivered by FeedBurner

Pages

Honda Akan Depak Dovi & Super Sic?

LAGUNA SECA – Jelang GP Amerika Serikat akhir pekan ini, datang kabar tak sedap bagi dua rider Honda, Andrea Dovizioso dan Marco Simoncelli. Bos Honda, Shuhei Nakamoto tak berniat mempertahankan mereka di tim Honda musim depan.

Nakamoto terpaksa harus ‘mendepak’ dua pembalap asal Italia tersebut karena tekanan ekonomi. Honda masih belum keluar dari masa krisinya sejak krisis ekonomi beberapa bulan lalu.

Ditambah bencana dahsyat (gempa dan tsunami) yang menimpa Jepang, membuat produksi Honda menurun dan mereka kian kesulitan mempertahankan keseimbangan neraca perekonomian mereka.

Untuk dua pembalap andalannya, Casey Stoner dan Dani Pedrosa masih akan bertahan. Mereka berdua bertahan karena memang masih terikat kontrak sampai musim 2012 mendatang.

“Belakangan ini keadaan kami sangat sulit, krisis ekonomi belum berakhir bagi kami. Terlebih kami mengalami bencana alam, musim semi lalu. Produksi kami turun 30%, jadi kami harus memotong sejumlah anggaran,” tutur Nakamoto, sebagaimana dilansir Yahoosports, Rabu (20/7/2011).

“Jika saya terpaksa mengumumkan pembalap kami musim depan, saya hanya akan mendiskusikannya dengan Pedrosa dan Stoner, karena mereka-lah yang masih terikat kontrak dengan kami musim depan. Jadi mungkin saya harus mengucapkan selamat tinggal untuk Dovizioso dan Simoncelli,” tambahnya.

“Untuk saat ini, saya meminta mereka berdua untuk sabar: kami sedang mencari solusi untuk mengatasi situasi ini. Kami harus memangkas sejumlah pendanaan, tapi saya tak tahu betul seberapa besar. Pada pertengahan Agustus nanti, segalanya akan lebih jelas,” pungkas Nakamoto.

sumber : http://sports.okezone.com

Pencapaian Terbaik Stoner

Foto: Casey Stoner/Reuters 
Foto: Casey Stoner/Reuters 
 
AALST - Sejauh ini, Casey Stoner sudah meraih sembilan kali naik podium. Pembalap andalan Repsol Honda itu menyadari ini merupakan hasil terbaik dalam karier di MotoGP 2011.

Keputusan Stoner untuk meninggalkan Ducati sepertinya sangat tepat. Terbukti, musim ini, pembalap asal Australia itu berhasil naik podium sebanyak sembilan kali naik podium (5 kali menang, dan sisanya peringkat dua serta tiga).

Sayang, pencapaian itu harus tercoreng pada lomba kedua di Sirkuit Jerez, Spanyol. Stoner gagal naik podium setelah bersenggolan dengan Valentino Rossi. Juara dunia 2007 itu menyesali insiden yang menimpanya dengan Rossi itu.

"Saya seharusnya naik podium juga pada awal tahun ini dan saya akan berada pada posisi yang lebih baik dari sekarang, yang mana saya sendiri sulit mempercayainya," kata Stoner sebagaimana dilansir MCN, Sabtu (30/7/2011).

"Hasil terburuk saya adalah di Mugello. Saya tidak mampu bertarung pada akhir lomba dan itu dikarenakan tekanan pada ban. Sedangkan di Jerman, saya sadar akan kesulitan dengan cuaca yang panas. Tapi, jujur Lorenzo mengalahkan saya di tikungan akhir," lanjutnya.

"Saat itu saya ingin menjaga jarak. Tapi, Lorenzo mampu menyalip saya dari dalam dan mengambil risiko yang terbayar lunas buatnya. Kendati demikian, saya sudah cukup senang dengan kondisi sekarang dan tim Honda bekerja dengan baik," tandas suami dari Adriana Tuchyna itu.

Rossi: GP11.1 Masih Perlu Perbaikan

foto: Valentino Rossi/Reuters 
foto: Valentino Rossi/Reuters 
 
BOLOGNA - Meski merasa nyaman, tapi Valentino Rossi belum puas dengan performa motor GP11.1. Tak heran, The Doctor meminta kepada Ducati untuk terus memperbaiki performa motor mereka.

Rossi memang kesulitan untuk mengendarai motornya pada tahun ini. Meski sudah menggunakan motor terbaru GP11.1, namun mantan pembalap Honda dan Yamaha itu hanya mampu finis di peringkat enam pada ajang MotoGP Amerika Serikat, pekan kemarin.

The Doctor mengaku setingan di Amerika adalah sebuah kemajuan yang sangat pesat. Tapi, pembalap yang finis 30 detik di belakang Casey Stoner itu, menegaskan masih ada sejumlah hal yang harus diperbaiki oleh Ducati.

"Kami memiliki masalah pada bagian depan, khususnya ketika motor bersandar terlalu berat, tapi kami membutuhkan modifikasi yang lebih besar untuk memecahkan masalah itu. Mari kita lihat berapa lama waktu untuk memecahkan masalah itu," kata Rossi.

"Mengenai motor Tim Honda dan Yamaha, Anda sadar perbedaan sangat besar. Setiap tikungan mereka dapat menggeber motor lebih cepat ketimbang kami. Pada akhir lap, jarak kami menjadi semakin jauh," lanjut pembalap asal Italia.

"Di Amerika, kami menemukan setingan yang sangat tepat, tapi kami harus mampu lebih dari ini. Targetnya adalah harus lebih cepat dan membuat motor Desmosedici lebih mudah dikendarai oleh semua pembalap," tandasnya dilansir Gazzetta dello Sport, Rabu (27/7/2011).

Lorenzo: Pedrosa Layak Menang

Jorge Lorenzo & Dani Perdosa/ Foto: Daylife
Jorge Lorenzo & Dani Perdosa/ Foto: Daylife
ESTORIL – Jorge Lorenzo menerima kekalahannya dari Dani Pedrosa dengan lapang dada. Pembalap Yamaha tersebut juga sedikit heran melihat seterunya tampil semakin cepat jelang akhir balapan.

"Dia layak menang 100 persen karena bisa jauh lebih cepat di akhir balapan, padahal normalnya tidak demikian,” ujar Lorenzo seperti dikutip Autosport, Minggu (1/5/2011).

Mangawali lomba dari grid terdepan, sang juara bertahan tampil begitu mendominasi. Tapi apes, ketika balapan tinggal menyisakan empat lap dia berhasil dilewati oleh Pedrosa yang memang terus membuntuti sejak awal. Rider 25 tahun juga sukses mempertahankan posisi terdepan hingga garis finis.

Diyakini peningkatan performa Pedrosa itu merupakan efek dari operasi pengangkatan pin beberapa waktu lalu. Selama ini dia diketahui selalu mengeluh kesakitan dan kurang nyaman dengan kondisi bahunya, terutama ketika balapan.

Mengenai penampilannya sendiri, Lorenzo mengaku sudah mengupayakan yang terbaik.

“Seperti biasa, saya selalu mengupayakan yang terbaik. Saya berjuang memperlebar gap, tapi Pedrosa selalu membuntuti. Mungkin saya juga terlalu memaksakan,” tuntasnya.

Pedrosa: Saya 'Super Happy'

Dani Pedrosa/ Foto: Daylife
Dani Pedrosa/ Foto: Daylife
ESTORIL – Dani Pedrosa mengaku lebih dari sekedar sangat bahagia kerena berhasil menjuarai seri ketiga MotoGP 2011 di Estoril, Portugal. Pembalap Honda menyatakan bahwa hilangnya masalah pada bahu saja sudah cukup membuatnya senang.

“Oke, otot saya masih sakit, tapi tidak mati rasa dan tidak ada masalah. Saya pikir finis kedua dengan tanpa masalah akan membuat saya sangat bahagia,” ujar Pedrosa.

“Sekarang saya lebih dari bahagia. Balapan ini sungguh liar biasa,” cetusnya lagi seperti dikutip Autosport, Minggu (1/5/2011).

Selama ini pembalap asal Spanyol memang kerap mengeluhkan masalah pada bahunya setelah menjalani operasi usai kecelakaan musim lalu. Namun baru-baru ini tim dokter memutuskan mengangkat pin penyangga dan hasilnya dirasa cukup positif.

Mengenai jalannya balapan, Pedrosa mengakui kalau Lorenzo juga tampil sangat bagus dan hal itulah yang membuat balapan berjalan menarik.

“Saya hanya bisa tersenyum karena bahu saya tidak bermasalah. Lepas dari hal itu Lorenzo tampil kokoh dan itu yang membuat balapan berjalan semakin menarik,” tuntasnya.

Sumber : http://sports.okezone.com/

Rossi: Dovi Permainkan Saya

Foto: Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso berduel di Estoril/Getty Images
Foto: Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso berduel di Estoril/Getty Images
ESTORIL - Valentino Rossi kembali harus menuai hasil kurang maksimal di putaran ketiga kompetisi MotoGP musim ini. Tampil di Sirkuit Estoril, Portugal, Minggu (1/5/2011) kemarin, The Doctor harus mengakhiri balapan di tempat kelima.

Sebenarnya, Rossi berpeluang mengakhiri balapan di peringkat empat. Namun, sebuah kesalahan kecil dilakukannya di trek lurus terakhir sebelum garis finish. Ducati Desmosedici GP11 geberannya tidak menunjukkan power yang maksimal sehingga Andrea Dovizioso yang sepanjang balapan menguntit Rossi di posisi lima, berhasil mendahuluinya dan mengamankan peringkat empat.

Menyikapi hasil ini, Rossi mengakui tidak terlalu kecewa, karena dia memulai balapan dari posisi sembilan. Namun, dia sedikit kecewa dengan kekuatan motornya yang kurang maksimal dan kalah cepat dari Honda RC212V geberan Dovizioso.

“Terlepas dari Dovizioso, balapan hari ini berjalan cukup baik. Saya bercanda, tapi Dovi jelas membalap dengan sangat baik dan menerapkan strategi dengan sempurna,” puji Rossi kepada kompatriotnya tersebut.

“Saya pikir, dia sedikit mempermainkan saya. Dia tahu, dia bisa dengan mudah melewati saya di trek lurus. Dia bahkan bisa saja mendahului saya tepat di garis finish,” sambungnya dikutip situs resmi MotoGP, Senin (2/5/2011).

“Sepanjang balapan, dia tidak bisa melewati saya karena saya cukup tangguh saat pengereman. Jadi, dia membuat saya bekerja keras selama 28 lap, sebelum melakukan percobaan dan melewati saya,” imbuhnya.

Secara pribadi, Rossi sendiri mengaku perasaannya campur aduk menyikapi performanya di balapan kali ini. Di satu sisi, dia puas dengan performa konsisten yang ditampilkannya sepanjang balapan, namun di sisi lain dia kecewa gagal mengamankan posisi keempat yang merupakan prestasi terbaiknya bersama Ducati sejauh ini.

“Terlepas dari semua itu, tim dan saya sangat senang karena kami menjalani balapan dengan nyaman. Ini merupakan yang terbaik yang bisa kami lakukan sejauh ini. Saya memulai (balapan) dengan baik, saya berhasil naik beberapa posisi, dan tampil cukup konsisten, juga dengan catatan waktu per lapnya,” sahut pemilik sembilan gelar juara dunia ini.

“Satu-satunya kekecewaan saya dalam balapan kali ini adalah, saya gagal mengamankan posisi empat, yang merupakan prestasi terbaik saya berama Ducati. Meski begitu, kabar baik lainnya adalah kondisi fisik saya sudah cukup bagus. Kondisi saya mungkin akan mencapai 100 persen pada balapan di Le Mans dan Catalunya,” tutupnya seraya menegaskan dirinya siap berjuang keras untuk membuktikan bahwa dirinya masih pantas diperhitungkan.

Dengan hasil ini, Rossi masih tercecer di peringkat empat klasemen sementara dengan koleksi 31 poin. Pembalap veteran asal Italia masih terpaut 34 angka dari mantan rekan setimnya di Yamaha, Jorge Lorenzo yang berada di puncak klasemen sementara dengan 65 angka.

Sumber : http://sports.okezone.com/

DOWNLOAD SOFTWARE UNTUK MENGUNCI KOMPUTER DENGAN FLASH DISK

Bekerja dengan banyak pekerja kantor lainnya dalam satu ruangan, tentunya sulit mendapatkan privasi. Tak heran bila banyak user yang tidak mau meninggalkan PC-nya dalam kondisi on, dikarenaka takut ataupun khawatir terganggu dengan user lainnya yang mungkin saja dapat merusak, menghilangkan ataupun mencuri data.

Solusi atas hal tersebut adalah menggunakan aplikasi khusus dikenal dengan PREDATOR. Aplikasi ini mapu mengunci PC dengan media flash disk, disaat anda tidak sedang bekerja didepan PC atau meninggalkan PC, meskipun masih didapati session Windows yang masih terbuka.

Cara kerja aplikasi ini melibatkan USB drive (flash disk) sebagai pengendali akses device PC. Jalankan aplikasi PREDATOR setelah memasang USB drive pad PC, dan segera cabut USB drive bila anda ingin meninggalkan PC dalam kondisi on sehingga keyboard dan mouse tidak dapat digunakan karena dinonaktifkan, bahkan layarnya pun tampak gelap. Device tersebut akan diaktifkan kembali bila Anda memasangkan USB drive. [dj-site.blogspot.com]

DOWNLOAD M FILE ANTI COPY FULL PATCH : SOFTWARE UNTUK MELINDUNGI FILE SUPAYA TIDAK BISA DICOPY


Hadoh....hari ini saya banyak share sofware nih. Kali ini software bernama M File Anti Copy 4.3 Full Patch. Seperti namanya software ini untuk melindungi file atau folder dalam komputer anda tidak bisa dicopy oleh orang lain.

Caranya adalah :
  1. Download M File Anti Copy 4.3 Full Patch DI SINI
  2. Ekstrak dan instal filenya
  3. Jalankan Patch-nya
  4. Setelah diinstal, masukkan password.
  5. Pilih file atau folder yang akan diproteksi
  6. Selamat file dan folder anda tidak akan bisa dicopy orang lain.
Catatan : Password akan diminta setiap anda menjalankan M File Anti Copy. Password ini juga akan diminta waktu anda menguninstal M File Anti Copy.

Sumber : http://asaborneo.blogspot.com/

Hasil Terbaik Selama Karier Aoyama

Foto: Hiroshi Aoyama/Reuters
Foto: Hiroshi Aoyama/Reuters
FAENZA - Hiroshi Aoyama berhasil finis di peringkat empat dalam balapan di MotoGP Spanyol. Ini adalah hasil terbaik Aoyama selama kariernya.
 
Memulai balapan dari peringkat 16 tidak membuat Aoyama gentar. Meski sedikit berbau keberuntungan karena sejumlah pembalap terjatuh, namun kehebatan pembalap San Carlo Honda Gresini tidak bisa dipungkiri lagi.
 
Bahkan, Aoyama berpeluang untuk bersaing dengan Nicky Hayden dalam perebutan podium ketiga balapan di Sirkuit Jerez. Sayang, waktu balapan tersisa sudah tidak cukup buat Aoyama untuk melewati Hayden. Tapi Aoyama sudah puas finis keempat.
 
"Situasinya memang sangat rumit, namun kami mendapatkan hasil balapan yang bagus dari sebuah lomba yang berat. Banyak pembalap yang terjatuh, namun saya mampu mengatasi situasi yang sangat kritis ini," jelas Aoyama dilansir Crash, Selasa (5/4/2011).
 
"Saya memang lega, namun tidak terlalu puas dengan hasil ini. Sebab, dengan memulai awal balapan sedikit lebih meyakinkan, mungkin saya bisa melewati pembalap yang lebih pelan dan saya yakin bisa naik podium," lanjut pembalap asal Jepang.
 
"Kami harus menunggu hingga balapan berikutnya untuk naik podium , namun ini menambah rasa percaya diri kepada saya dan tim, yang melakukan tugas dengan baik memberikan saya motor yang dapat bersaing dalam kondisi basah," tandasnya.

Spies: Saya Kehilangan Kontrol

Foto: Ben Spies/Reuters
Foto: Ben Spies/Reuters
GERNO DI LESMO - Ben Spies gagal naik podium di MotoGP Spanyol. Pembalap Yamaha mengaku kehilangan kontrol sehingga terjatuh di Sirkuit Jerez, Minggu kemarin.
 
"Saya cukup nyaman memulai balapan. Saya memulai balapan cukup baik dan terus menempel para pembalap yang ada di depan saya. Begitu saya di posisi empat, saya berada di belakang Nicky Hayden dan berniat melewatinya," jelas Spies.
 
Spies memulai balapan cukup nyaman. Perlahan, mantan juara Superbike itu berhasil mendekati peringkat kedua setelah beberapa pembalap seperti Casey Stoner dan Valentino Rossi terjatuh. Spies berambisi melewati Dani Pedrosa.
 
Pembalap asal Amerika itu berhasil melewati Pedrosa untuk beberapa saat. Praktis, Spies mulai sangat yakin bisa naik ke podium di Sirkuit Jerez. Sayang, pada lap 25, Spies kehilangan kendali sehingga motornya terjatuh.
 
"Saya melihat Pedrosa memiliki masalah lebih besar ketimbang saya, tapi begitu saya berhasil melewatinya, saya tidak sadar sudah berada di posisi kedua," lanjut Spies sebagaimana dilansir MCN, Selasa (5/4/2011).
 
"Setiap tikungan setelah saya melewati Pedrosa, saya mulai mengurangi kecepatan, kemudian saya mencoba untuk membalap dengan santai. Tiba-tiba, saya sudah berada di aspal," tandas pembalap pengganti Valentino Rossi.

Rossi: Tidak Jatuh, Saya Pasti Menang

Foto: Valentino Rossi mendapat sambutan fans usai finish kelima di Jerez/Getty Images
Foto: Valentino Rossi mendapat sambutan fans usai finish kelima di Jerez/Getty Images
JEREZ - Kekecewaan memang masih terlihat jelas di wajah Valentino Rossi usai insiden yang melibatkannya dengan Casey Stoner. Meski demikian, Rossi mengaku puas dengan performa Desmosedici GP11 yang menurutnya bisa saja mengantarnya meraih podium pertama.

Rossi memang tampil apik pada balapan kali ini. Dalam cuaca basah, The Doctor mampu memacu Desmolsedici GP11 dengan maksimal. Bahkan, Rossi berhasil mencatatkan waktu terbaik, atau unggul hampir setengah detik dari para pembalap lainnya. Hal ini praktis mendongkrak posisinya, yang start di posisi 12 hingga menembus peringkat tiga.

Sayang, nasib buruk menimpa Rossi usai mengasapi mantan rekan setim dan rivalnya Jorge Lorenzo. Saat tengah memburu posisi dua dari tangan Stoner, Rossi terlihat terlalu bernafsu sehingga gagal melibas tikungan dengan mulus dan terjatuh serta menyeret Stoner yang berada di sisi luar.

Tapi untungnya, peraih sembilan gelar juara ini mampu bangkit dan berhasil finis di tempat kelima. “Saat balapan berlangsung basah (hujan), saya berhasil mencatatkan lap tercepat. Jadi saya memiliki peluang cukup bagus untuk memenangi balapan,” ujar Rossi kepada wartawan usai balapan seperti dikutip Autosport, Senin (4/4/2011).

“Bisa mengakhiri balapan di posisi lima, merupakan hal yang positif bila balapan berlangsung kering (cerah), tapi dalam kondisi hujan, kami mampu tampil lebih kompetitif,” sambungnya mengamini komentar rekan setimnya Nicky Hayden yang menyebut Ducati lebih garang saat balapan basah.

“Kami sedikit beruntung dengan cuaca hari ini. Cuaca hujan memberikan saya kesempatan emas untuk meraih kemenangan pertama bersama Ducati. Tapi sayangnya, saya membuang kesempatan dengan sebuah kesalahan,” sesalnya.

Ditanya soal kondisi bahunya yang masih belum pulih 100 persen, Rossi mengaku sudah tidak terlalu merasakan nyeri, terutama saat cuaca hujan. “Di balapan basah, bahu saya tidak masalah. Saya bisa membalap dengan 100 persen. Beban sedikit berkurang, karena saat balapan basah, saya tidak terlalu mengeluarkan tenaga untuk menahan bobot dan cengkeraman motor. Sudah sejak tahun lalu, saya belum pernah lagi merasakan seperti ini. Ini membuat saya optimistis,” tutupnya

FIM Tinjau Ulang Insiden Stoner & Rossi

Foto: FIM akan meninjau insiden Casey Stoner dan Valentino Rossi di sirkuit Jerez (Reuteres Pictures)
Foto: FIM akan meninjau insiden Casey Stoner dan Valentino Rossi di sirkuit Jerez (Reuteres Pictures)
AALAST - Insiden yang melibatkan Casey Stoner dan Valentino Rossi dalam balapan di Jerez masih mendapat perhatian serius dari Stoner. Tidak terkecuali Federasi Motor Internasional FIM.

Betapa tidak, pembalap Repsol Honda masih menyesalkan sikap Marshal yang tidak acuh kepada dirinya, saat berusaha bangun dari motornya. Akibatnya, Stoner terpaksa menyudahi balapan, sementara Rossi berhasil finis di urutan ke lima.

Stoner pun menyebut, kecelakaan ini merupakan pengalaman berharga bagi dirinya saat berhadapan dengan pembalap spesial sekelas Rossi. "Ini sesuatu yang harus dipelajari setiap pembalap saat melawan Rossi ketika harus berurusan dengan hal tersebut. Ini benar-benar tidak adil."

Akibat kecelakaan yang melibatkan dua pembalap beda usia itu, FIM mengumumkan bahwa mereka akan meninjau ulang insiden itu, meskipun mereka kembali menegaskan bahwa hasil balapan tidak dapat diubah.

"Setelah tabrakan antara Rossi dan Stoner pada balapan MotoGP di GP Spanyol pada 3 April lalu, Race Director memutuskan akan mengadakan rapat dengar pendapat dengan panitera balapan dan chief marshal," bunyi pernyataan FIM yang dirilis situs resmi MotoGP, Rabu (6/4/2011).

"Ini dimaksudkan untuk mendengar penjelasan pejabat yang bertanggung jawab (dalam balapan tersebut). Namun, keputusan akhir dari Race Director tidak akan mempengaruhi hasil perlombaan. Lebih jauh, rapat diselenggaralan pada Kamis 28 April mendatang di Estoril, Portugal," sambung pernyataan tersebut.


Sumber : http://sports.okezone.com/

Lorenzo Ikut Kritik Perilaku Marshal

Foto: Jorge Lorenzo/Reuters
Foto: Jorge Lorenzo/Reuters
GERNO DI LESMO - Perilaku tidak berimbang dilakukan marshal terhadap Valentino Rossi dan Casey Stoner. Hal ini, membuat Jorge Lorenzo ikut mengkritik perilaku marshal itu.
 
Ya, insiden itu terjadi pada balapan MotoGP Spanyol, Minggu kemarin. Ketika itu, motor Rossi menyerempet Stoner, kedua terjatuh di Sirkuit Jerez. Ketika itu, marshal berbondong-bondong mendorong motor Rossi. Sedangkan Stoner, hanya ada satu orang yang mau membantu pembalap Repsol Honda itu.
 
Tentu, perlakuan ini membuat kesal Stoner, yang membuatnya tidak dapat melanjutkan balapan. Menurut mantan bintang Ducati itu, marshal terlalu pilih kasih dalam memberikan pertolongan. Perlakuan marshal ini juga membuat Lorenzo angkat bicara.
 
"Tidak mungkin Rossi merencanakan kecelakaan itu. Hal itu bisa terjadi ke siapapun, begitu juga terhadap saya. Namun, Stoner tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti itu dari marshal," kata Lorenzo, pemenang di MotoGP Spanyol.
 
"Seseorang mengatakan kepada saya, marshal membantu Rossi dan tidak terhadap Stoner, dan saya tidak suka dengan perlakuan mereka ini. Saya mau mereka tidak memihak dan tidak seperti ini," lanjut pembalap andalan Yamaha itu.
 
"Namun untuk sementara ini, saya melihat para marshal seperti sangat gugup dan terkadang, sulit untuk bereaksi dengan sempurna mengatasi keadaan ini," tandasnya dilansir MCN, Selasa (5/4/2011).


Sumber : http://sports.okezone.com/

Jerez Milik Lorenzo

JEREZ Jorge Lorenzo tampil sempurna saat menaklukkan Sirkuit Jerez. Di tengah sengitnya perburuan podium, Lorenzo keluar sebagai pemenang, Minggu (3/4/2011).

Tampil di hadapan ribuan pendukungnya pada seri kedua MotoGP Spanyol, Lorenzo sudah menekan sejak lap awal. Di atas lintasan basah, Stoner memimpin balapan setelah sukses mengamankan pole position kemarin.

Lorenzo, yang menempati start kedua justru bisa mengambil alih tempat pertama di sisa 15 lap terakhir. Diikuti Dani Pedrosa dan Ben Spies. Penampilan Marco Simoncelli dan Valentino Rossi juga layak diacungi jempol.

Keduanya mampu melesat ke urutan terdepan. Simoncelli bahkan sempat memimpin lomba dan disusul Stoner, kemudian Lorenzo. Rossi yang terus menguntit terus menteror Lorenzo yang berada di depannya.

Sayang, nasib nahas justru menimpa Rossi dan Stoner. Keduanya bertabrakan dan jatuh ke pembatas. Rossi kembali ke lintasan, sementara Jerez tampaknya masih menjadi mimpi buruk untuk Stoner. Pembalap Australia tak mampu melanjutkan balapan karena motor mengalami masalah.

Pertarungan sengit juga ditunjukkan Pedrosan dan Spies uang memperebutkan posisi empat. Pedrosa yang menenangi pertempuran kemudian memberikan tekanan kepada Nicky Hayden di urutan tiga.

Pertarungan kian memanas saat Simoncelli yang asyik memimpin lomba harus terjatuh. Sialnya, pembalap kribo itu tak bisa melanjutkan balapan dan menyerahkan posisi terdepan kepada Lorenzo dan diikuti Pedrosa.

Perebutan posisi tiga juga kian menarik menjelang akhir balapan. Spies yang nyaris mengamankan podium terakhir harus terjatuh. Posisi tiga pun diambil alih Collin Edwards. Sialnya, Edwards pun harus menyerah di lintasan basah, dan Hayden berhak mendapat podium di Jerez.

Hasil lengkap:



Rank Pembalap  Tim Waktu
1 Jorge Lorenzo  Yamaha   50:49.046
2 Dani Pedrosa  Honda HRC 19.339
3 Nicky Hayden  Ducati MotoGP 29.085
4  Hiroshi Aoyama  Honda Gresini 29.551
5 Valentino Rossi  Ducati MotoGP  +01:02.227
6 Hector Barbera  Ducati Aspar  +01:08.440
7 Karel Abraham  Ducati Cardion AB  +01:14.120
8  Cal Crutchlow  Yamaha Tech 3  +01:19.110
9 Toni Elias  Honda LCR  +01:42.906
10  John Hopkins  Suzuki MotoGP  +01:48.395
11 Loris Capirossi  Ducati Pramac  +01:51.876
12 Andrea Dovizioso  Honda HRC
13 Colin Edwards  Yamaha Tech 3  +01:32.0
14  Ben Spies  Yamaha   DNF
15 Randy de Puniet  Ducati Pramac  DNF
16 Marco Simoncelli  Honda Gresini  DNF
17 Casey Stoner  Honda HRC  DNF

Hayden: Ducati Hebat di Trek Basah

F: Nicky Hayden (daylife)
F: Nicky Hayden (daylife)
JEREZNicky Hayden merasakan podium pertamanya di musim ini, setelah finis di posisi ketiga. Pembalap Ducati ini menjelaskan dirinya tidak memiliki cara khusus untuk bisa naik podium. Namun, Hayden memuji performa motornya melibas lintasan basah.
 
Pembalap asal Amerika Serikat ini memulai balapan dari posisi 11. Perlahan tapi pasti, Hayden bisa ke jajaran depan, termasuk mendapat warisan dari beberapa pembalap yang terjatuh. Hayden mengambil keuntungan dari terlemparnya Ben Spies dan Colin Edwards ke gravel.
 
"Hujan membuat balapan menjadi buruk. Sebenarnya, saya tidak terlalu memikirkan apakah balapan akan berjalan kering atau basah. Tapi, ada keuntungan dengan balapan basah ini, dan saya finis di posisi ketiga," jelas Hayden seperti dilansir Autosports, Minggu (3/4/2011).
 
Hayden menyebut Ducati adalah salah satu motor tercepat di sirkuit, saat melintas di aspal yang basah. "Awalnya kami benar-benar baik. Saya pikir motor sangat baik dalam beberapa lap awal, atau saat masih hujan cukup deras," kata Hayden.
 
"Tapi, saat mulai mengering semua menjadi sulit. Terutama pada bagian lap akhir saya tidak bisa membuka gas dengan penuh. Beruntung ban masih bisa bekerja dengan baik. Saya sadar, ada beberapa insiden yang membantu saya bisa naik podium,” lanjut Hayden.
 
The Kentucy Kid ini berterima kasih kepada seluruh tim Ducati yang telah membantunya selama ini, hingga bisa naik podium di musim 2011.

Lorenzo Sempat Sulit Fokus Balapan

F: Lorenzo menerima trofi dari King Juan Carlos (daylife)
F: Lorenzo menerima trofi dari King Juan Carlos (daylife)
JEREZ Jorge Lorenzo menjadi salah satu pembalap yang tampil konstan dan penuh konsentrasi tinggi di GP Spanyol, Jerez. Rider andalan Yamaha ini pun finis terdepan pada seri kedua MotoGP 2011 ini.

Jorge Lorenzo mampu mengambil alih balapan, setelah memanfaatkan beberapa insiden yang menimpa para rivalnya. Seluruh pembalap harus berjuang keras memacu motor di lintasan yang licin. Penggunaan ban basah juga menjadi kontradiktif di akhir balapan, dimana lintasan sudah mongering.
 
Rekan Lorenzo, Ben Spies terjatuh menjelang akhir balapan. Rider Honda Gresini Marco Simoncelli juga jatuh saat memimpin. Valentino Rossi dan Casey Stoner harus bersenggolan dan jatuh, saat Rossi coba melakukan overtaking dari arah dalam saat tikungan. Cal Crutchlow, Randy de Puniet dan Karel Abraham juga terjatuh.
 
"Benar-benar sulit untuk menjaga fokus dan konsentrasi saat melihat beberapa pembalap terjatuh," kata Lorenzo seperti dilansir Autosport, Senin (4/4/2011).
 
"Setiap lap yang saya lalui, ban semakin berada dalam kondisi yang lebih buruk. Akibatnya, saya harus memastikan setiap sudut tikungan di mana saya harus memperlambat laju motor,” lanjut juara dunia musim lalu ini.
 
Lorenzo pun memilih menjaga posisinya saat sudah memimpin jauh di depan, mengungguli rider Hond Repsol Daniel Pedrosa.
 
"Saya terus menjaga konsentrasi setelah melihat pembalap lain berjatuhan. Tidak mudah karena balapan ini cukup panjang. Kami bisa menang kedua kalinya di Jerez, yang saya anggap sebagai sirkuit terbaik di dunia."
 
Seperti di tahun lalu, Lorenzo merayakan kemenangan di rumahnya sendiri dengan berhenti saat melakukan victory lap dan melompat ke danau yang ada di tengah sirkuit Jerez.

Pedrosa Puas Finis Kedua

F: Daniel Pedrosa (daylife)
F: Daniel Pedrosa (daylife)
JEREZDaniel Pedrosa menyelamatkan wajah tim papan atas Honda Repsol dengan menjadi runner up di GP Spanyol, Jerez. Pedrosa puas dengan berada di posisi dua dan bersyukur mendapatkan poin penting.
 
Pedrosa memulai balapan di tempat kedua tapi melorot ke posisi 11. Sedikit demi sedikit, rider Spanyol ini bergerak ke depan melewati pembalap lain. Momentum Pedrosa mengendur saat disalip Ben Spies, beruntung pembalap Yamaha tersebut terjatuh.
 
"Saat balapan dimulai, saya sudah mengalami kesulitan. Saya berada di posisi 11, atau lebih. Tapi, saya bisa melaju dengan cepat dan berada di posisi kedua. Ini penting buat saya," jelas Pedrosa seperti disitat Crash, Senin (4/4/2011).
 
Pedrosa mengaku masih belum pulih total dari cedera yang mengganggu performanya di Jerez. Pedrosa sangat terbantu dengan banyaknya pembalap yang tergelincir, hingga dia mendapat posisi kedua.
 
"Saya berjuang keras mempertahankan motor. Saat trek lurus, saya tidak bisa membuka gas dengan baik dan saya tahu ini akan mengganggu. Saya hanya coba bertahan dengan ban yang ada. Tidak terlalu mengenakan saat melihat pembalap lain terjauh dan saya melewatinya," lanjut Pedrosa.
 
Pedrosa akan naik meja operasi untuk memperbaiki cedera di tulang selangka, awal pekan ini. Ada waktu sekitar empat pekan, sebelum GP Portugal, Estoril, dimulai bulan depan.
 
"Besok saya akan melakukan operasi besar. Sata harap semuanya berjalan baik dan saya bisa sembuh untuk kembali bertarung di Estoril," tutupnya.
Sumber :http://sports.okezone.com/

Percakapan Rossi-Stoner Seusai Balapan

F: Stoner dan Rossi saat terjatuh (daylife)
F: Stoner dan Rossi saat terjatuh (daylife)
JEREZCasey Stoner harus mengubur ambisinya menjuarai GP Spanyol, Jerez, setelah terjatuh akibat menyenggol motor Valentino Rossi. Stoner tidak bisa melanjutkan balapan, sementara Rossi tetap menyelesaikan balapan hingga finis di posisi kelima.
 
Stoner yang memulai balapan dari posisi pertama, sebenarnya langsung memimpin balapan. Tapi, rider Honda Repsol dilewati Marco Simoncelli dan harus bersaing dengan Valentino Rossi yang sukses menyodok ke posisi tiga.
 
Petaka buat keduanya, The Doctor coba mengambil Stoner dari dalam di lap 8. sayang Rossi terlalu cepat mengambil keputusan dalam menyalip dan terlambat saat berbelok. Rider Ducati itu tergelincir dan membuat Stoner tidak sempat menghindari motor Rossi yang jatuh di depannya.
 
Seusai balapan, Rossi sendiri langsung mencari dan menghampiri Stoner untuk meminta maaf. Keduanya terlihat berjabat tangan. Inilah petikan percakapan keduanya, seperti dilansir Crash.
 
Stoner (tersenyum): “Bagaimana bahumu? Apakah baik-baik saja?”
 
Rossi (dengan helm yang belum terlepas): “Saya sangat menyesal dan minta maaf.”
 
Stoner: “Okay. Kau punya masalah dengan cedera bahu itu?”
 
Rossi: “Saya membuat kesalahan besar”
 
Stoner: “Yeah. Sejujurnya, ambisi kamu mengalahkan talentamu.”
 
Rossi: “Eh?”
 
Stoner: “Ambisi yang ada lebih besar daripada bakat.”
 
Rossi: “Saya minta maaf”
 
Stoner: “Tidak masalah.”
 
Saat Rossi akan melintas di garis finis pada posisi lima, Stoner menyempatkan diri berlari ke pinggir sirkuit dan bertepuk tangan. Entah apa maksud dari tepuk tangan Stoner ini. Apakah bentuk kekecewaan atau memang ucapan selamat buat Rossi yang bisa menyelesaikan balapan?

Stoner Kecewa Dinomorduakan

Foto: Casey Stoner dan Valentino Rossi mencoba membangunkan motornya usai kecelakaan/Reuters
Foto: Casey Stoner dan Valentino Rossi mencoba membangunkan motornya usai kecelakaan/Reuters
JEREZ - Casey Stoner memang sudah memaafkan Valentino Rossi yang membuatnya harus terlempar dari balapan di Jerez, malam tadi. Namun, pembalap Repsol Honda ini masih menyimpan kekecewaan mendalam saat terjadinya kecelakaan tersebut.

Stoner mengaku kecewa dengan sikap marshal yang menomorduakannya dalam membantunya. Dalam insiden tersebut, Stoner memang sempat marah kepada marshal yang lebih mendahulukan menolong Rossi sehingga bisa kembali balapan, hingga bisa finis kelima. Sementara dirinya harus terlebih dulu marah-marah, sebelum akhirnya dibantu, meski sudah terlambat. RC212V geberannya tidak bisa lagi menyala.

“Tidak ada kerusakan berarti pada motor saya. Sesaat setelah terjatuh, saya sempat mematikan motor. Tapi, sayangnya dengan sistem kopling yang kami miliki, kami membutuhkan dua pin untuk kembali menghidupkan motor secara normal,” ujarnya sebagaimana dikutip Autosport, Senin (4/4/2011).

“Kami sudah mencoba beberapa kali dan saya mencoba memasukkan gigi, dan saya pikir jika kami mampu melewati tanjakan dengan banyak orang yang mendorong, maka saya memiliki peluang bagus untuk kembali menghidupkan motor,” keluhnya.

“Saat melihat ke belakang, saya melihat hanya satu orang yang membantu saya (mendorong motor), sementara yang lainnya tengah berjalan menuju pos mereka.. Apa yang harus saya lakukan dengan itu? Saya percaya, orang itu (satu orang yang membantunya) telah berusahaa keras, namun hanya dengan satu orang, itu mustahil (menghidupkan motor). Dia mungkin bisa mati sebelum kami mampu melewati tanjakan,” sambungnya.

“Ini jelas tidak fair. Marshal tidak melakukan tugasnya secara konsisten. Mereka seharusnya bersikap konsisten dengan semua pembalap, bukan memilah mereka berdasarkan popularitas,” tegasnya.

Lebih jauh, Stoner menilai bila dirinya mendapat perlakuan sama seperti yang diterima Rossi dari marshal, maka dia bisa melanjutkan balapan dan mungkin meraih hasil yang cukup lumayan, mengingat Rossi berhasil finis di tempat kelima, karena banyaknya pembalap lain yang juga terjatuh.

“Saya rasa, bila saya mampu kembali ke lintasan mala saya bisa mendapatkan poin yang lumayan, karena motornya saya tidak rusak. Kami seharusnya bisa tampil kompetitif hingga akhir balapan. Tapi, kejadiannya justru seperti ini,” sesalnya


Sumber :http://sports.okezone.com/

CURAHAN HATI SANG THE DOCTOR

Foto: Momen saat Valentino Rossi mencoba melewati Casey Stoner sehingga akhirnya terjadi kecelakaan/Reuters
Foto: Momen saat Valentino Rossi mencoba melewati Casey Stoner sehingga akhirnya terjadi kecelakaan/Reuters
JEREZ - Penyesalan mendalam dirasakan Valentino Rossi menyusul insiden yang melibatkannya dengan Casey Stoner. Pembalap Ducati ini mengakui tidak memaksakan diri untuk melewati pembalap Honda tersebut.

The Doctor memang melakukan kesalahan fatal dalam balapan di Jerez, kemarin malam. Tampil kompetitif sejak awal balapan dan berhasil merangsek dari posisi 12 ke peringkat tiga, kepercayaan diri Rossi sontak membuncah. Namun, kepercayaan diri kelewat tinggi pembalap Ducati berbuah petaka saat dirinya mencoba melewati Stoner (posisi dua) di sebuah tikungan.

Rossi yang mencoba mengambil dari sisi dalam, gagal mengendalikan motornya hingga akhirnya terjatuh dan menyeret Stoner yang berada di sisi luar. Akibat insiden ini, keduanya pun terjatuh. Namun, untungnya Rossi bisa melanjutkan balapan hingga akhirnya finis kelima, sedangkan Stoner gagal melanjutkan balapan.

Ditanya soal kronologis insiden tersebut, Rossi mengakui saat itu dirinya tidak sama sekali berniat untuk memaksakan diri melewati Stoner. Namun, karena dia gagal melakukan pengereman dengan sempurnya, akhirnya ban depan motornya kehilangan traksi hingga terpeleset dan apesnya menyeret Stoner.

“Saat berada di belakang Stoner, saya tidak berusaha mengovertake dia saat melakukan pengereman (di tikungan). Akan tetapi, saya menekan rem lebih dalam jika dibandingkan dengannya (Stoner). Selain itu, saya juga tidak memiliki cukup ruang di sisi luar, jadi saya memaksakan masuk di sisi dalam untuk menghindari risiko bagi kami. Tapi, sayangnya saya kehilangan kontrol ban depan hingga akhirnya menyeretnya,” urai Rossi sebagaimana dikutip Autosport, Senin (4/4/2011).

Atas insiden ini, Rossi mengakui memang pantas disalahkan. “Jelas, ini kesalahan saya dan saya meminta maaf kepada Stoner. Saya tahu, dia pasti marah karena dia tidak melakukan kesalahan. Saya juga langsung menemuinya (setelah balapan) untuk meminta maaf kepadanya,” tegas pembalap veteran 32 tahun ini


Sumber :http://sports.okezone.com/

Free Practie II GP Spanyol Gantian Pedrosa Tercepat

Foto: Aksi Dani Pedrosa saat mengikuti sesi free practice di Jerez/Getty Images
Foto: Aksi Dani Pedrosa saat mengikuti sesi free practice di Jerez/Getty Images
JEREZ - Repsol Honda masih mendominasi sesi free practice (FP) jelang MotoGP Spanyol di Jerez, Minggu (3/4/2011) nanti. Setelah Casey Stoner jadi yang tercepat di sesi FP I, kini giliran rider Honda lainnya Dani Pedrosa yang tampil sebagai pembalap tercepat pada sesi FP II, Jumat (1/4/2011).

Bertarung dalam kondisi cuaca yang cukup sulit karena tiupan angin yang cukup kencang, Pedrosa tetap mampu tampil prima. Pembalap Spanyol berhasil mengalahkan catatan waktu rekan setimnya, Stoner, dengan menembus angka 1 menit 40.101 detik. Stoner sendiri harus puas di posisi kedua dengan selisih tipis, 0.188 detik.

Jagoan Yamaha Racing yang juga juara dunia, Jorge Lorenzo berhasil memperbaiki posisinya. Jika di FP I Lorenzo hanya mampu finis di tempat kelima, pada sesi kali ini pembalap Spanyol mampu merangsek ke peringkat tiga dengan selisih 0.522 detik dari Pedrosa.

Sebaliknya, juara dunia sembilan kali Valentino Rossi jusrtu mengalami penurunan. Pembalap anyar Ducati melorot ke posisi lima, setelah sebelumnya mampu menempati urutan tiga. The Doctor mencatatkan waktu terbaik 1 menit 40.956 detik atau terpaut 0.855 detik di belakang Pedrosa.

Pembalap satelit Honda Marco Simoncelli masih tampil konsisten dengan kembali menempati posisi empat. Rider Gresini Honda sukses mengalahkan catatan waktu pembalap pabrikan Honda (Repsol Honda) Andrea Dovizioso yang harus puas hanya berada di urutan 12.

Kejutan ditampilkan pembalap pendatang baru Karel Abraham. Pembalap Cardion Ducati sempat mengalami dua insiden sepanjang sesi kali ini: Pertama terjatuh saat memasuki hairpin dan sempat terjerumus ke gravel. Meski demikian, pembalap asal Republik Ceska mampu mencatatkan waktu cukup baik dan menempati posisi 10.

Hasil lengkap Free Practice II:
Pos – Pembalap – Team – Waktu – Gap

 1. Dani Pedrosa  Honda  1 menit 40.101 detik
 2. Casey Stoner  Honda  1m40.289s  +0.188 detik
 3. Jorge Lorenzo  Yamaha  1m40.623s  +0.522 detik
 4. Marco Simoncelli Gresini Honda  1m40.701s  +0.600 detik
 5. Valentino Rossi  Ducati  1m40.956s  +0.855 detik
 6. Randy de Puniet  Pramac Ducati 1m40.982s  +0.881 detik
 7. Ben Spies  Yamaha  1m41.053s  +0.952 detik
 8. Nicky Hayden  Ducati  1m41.058s  +0.957 detik
 9. Hiroshi Aoyama  Gresini Honda  1m41.292s  +1.191 detik
10. Karel Abraham  Cardion Ducati 1m41.304s  +1.203 detik
11. Colin Edwards  Tech 3 Yamaha  1m41.337s  +1.236 detik
12. Andrea Dovizioso  Honda  1m41.407s  +1.306 detik
13. Hector Barbera  Aspar Ducati  1m41.665s  +1.564 detik
14. Loris Capirossi  Pramac Ducati  1m41.810s  +1.709 detik
15. Cal Crutchlow  Tech 3 Yamaha  1m41.854s  +1.753 detik
16. John Hopkins  Suzuki  1m42.305s  +2.204 detik
17. Toni Elias  LCR Honda  1m42.690s +2.589 detik


Sumber :  http://sports.okezone.com/motogp

Masalah Besar The Doctor

F: Valentino Rossi (daylife)
F: Valentino Rossi (daylife)
JEREZ – Valentino Rossi sedang dalam masalah besar. Hanya finish di posisi tujuh pada GP Qatar Maret lalu, Rossi belum siap dengan kondisinya jelang berlaga di GP Spanyol, Jerez, akhir pekan ini.

Pemilik nomor 46 ini adalah pembalap paling sukses di Jerez, dengan enam kemenangan di kelas premier MotoGP. Namun menilik hasil balapan di seri perdana, Rossi menyatakan masih bermasalah dengan kondisi fisiknya dan juga performa motor Ducati Desmosedici GP11.

“Ini adalah momen yang sulit. Kami memiliki masalah yang berbeda. Pertama adalah kondisi saya, dimana saya butuh waktu untuk fit 100 persen. Kedua adalah motor, saya membutuhkan kondisi motor yang lebih baik, agar Desmosedici bisa lebih kompetitif,” jelas Rossi, Jumat (1/4/2011).

“Semua tim terlebih Honda, sudah melakukan langkah besar untuk lebih baik. Sekarang kami juga harus menyamai langkah yang sama dengan Honda,” lanjut The Doctor.

Keputusan Rossi menyeberang ke Ducati dari Yamaha memang cukup dipertanyakan publik MotoGP. Tapi Rossi pernah menghadapi situasi lebih buruk ketika memutuskan hengkang dari Honda dan menyeberang ke Yamaha.

“Saat pindah ke Yamaha, itu adalah tantangan besar buat saya. Sekarang saya mendapat kesulitan yang levelnya kurang lebih sama. Tapi, sedikit lebih berat karena kondisi saya yang belum pulih,” tutup Rossi.
Sumber : http://sports.okezone.com/motogp

Lorenzo-Spies Pasangan Ideal

F: Jorge Lorenzo dan Ben Spies (daylife)
F: Jorge Lorenzo dan Ben Spies (daylife)

GERNO DI LESMO – Yamaha Racing mengandalkan pasangan baru dalam menghadapi balapan MotoGP di musim ini. Jorge Lorenzo bersama Ben Spies adalah duo jagoan tim berlogo garpu tala tersebut. Pasangan ini sangat diyakini kubu Yamaha sebagai tim yang ideal.

Seperti yang dilontarkan mantan pembalap World Superbike yang kini menjadi direktur Yamaha, Massimo Meregalli. Dirinya sangat menikmati atmsosfer daam tim dengan adanya perubahan dan pasangan baru dalam Yamaha.

Meregalli menilai masuknya mantan juara dunia Superbike 2009 Ben Spies, menggantikan posisi Valentino Rossi yang hengkang ke Ducati, adalah keputusan brilian. Spies bisa menjadi andalan baru Yamaha, setelah Lorenzo.

“Ini adalah sesuatu yang terbaik yang terjadi pada saya. Sebuah kebanggaan besar berada di Yamaha. Atmosfer dalam tim sangat bagus dan sejauh ini kedua pembalap sudah bekerja dengan baik,” jelas Meregalli seperti dilansir crash, Selasa(29/3/2011).

“Saya sudah mengenal secara personal sosok Jorge. Dan saya terkesan dengan kemampuannya sebagai pembalap. Dia sangat professional dan juga sangat cepat. Saya juga mengenal dengan baiik Ben, dan saya meyakini kemampuannya,” lanjut Meregalli.

“Kemampuan Ben berjembang pesat dalam dua tahun terakhir. Di tahun 2009 dia sudah sangat fokus, dan sekarang saya melihatnya dalam kondisi sangat bagus. Ben Spies sangat berdedikasi mengejar tujuannya menjadi juara," tutup Meregalli.

Pada seri perdana di Losail Qatar, Lorenzo menjadi pematah dominasi Honda Repsol dengan finish di posisi dua. Sementara Spies ada di posisi enam di belakang Daniel Pedrosa, Andrea Dovizioso dan Marco Simoncelli

Spies Yakin Potensi Yamaha

Foto: Aksi Ben Spies saat berduel dengan Valentino Rossi yang akhirnya dimenangkan Spies/Getty Images
Foto: Aksi Ben Spies saat berduel dengan Valentino Rossi yang akhirnya dimenangkan Spies/Getty Images

GERNO DI LESMO - Pembalap Yamaha Ben Spies meyakini timnya masih memiliki potensi besar untuk mempertahankan mahkota juara musim ini. Spies percaya, timnya mampu mengungguli dua rival utamanya Repsol Honda dan Ducati.

Yamaha, juara di tiga musim terakhir mengawali musim kompetisi MotoGP 2011 dengan kurang meyakinkan. Dua pembalapnya, Jorge Lorenzo dan Spies gagal menyaingi Casey Stoner (Repsol Honda) yang tampil sebagai juara pada seri perdana di Losail, Qatar, akhir pekan lalu.

Lorenzo yang berhasil finis di posisi kedua bahkan tertinggal sekira tiga detik di belakang Stoner. Sementara, Spies hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi enam, kalah dari Andrea Dovizioso dan Marco Simoncelli yang juga merupakan pembalap Honda.

Berkaca pada hasil tersebut, banyak kalangan mulai ragu akan kapasitas Yamaha untuk bisa mempertahankan gelarnya musim ini. Namun, Spies tidak percaya dengan hal itu dan tetap optismistis timnya bisa kembali berjaya musim ini.

“Memasuki seri ketiga balapan, setiap orang baru bisa memberikan prediksi terkait apa yang akan terjadi dan apa yang dibutuhkan timnya masing-masing. Kami sudah bekerja dengan apa yang kami punya. Yang bisa anda bandingkan adalah penampilan Jorge musim lalu, dan semua orang tahu dia sangat cepat dan musim ini dia juga tidak lebih lambat,” ujarnya membela rekan setimnya yang dinilai bermain aman saat balapan di Losail.

“Mungkin, kami masih harus bekerja mengatasi beberapa masalah pada motor. Tapi secara keseluruhan, paket motor kami sudah cukup bagus. Kami tahu, keseimbangan motor sudah baik, jadi rasanya kami tidak akan mengalami masalah besar,” sambungnya dikutip MCN, Kamis (24/3/2011).

“Tahun lalu, kita melihat Yamaha berhasil tampil cepat di setiap trek. Kami tidak hanya cepat di salah satu trek, seperti Honda yang mampu tampil sangat cepat di trek tertentu. Sementara Ducati juga memiliki karakter yang tak jauh berbeda,” imbuhnya mengomentari penampilan tim lain.

“Saya rasa, tahun ini akan berlangsung tidak jauh berbeda dari tahun lalu. Honda seperti masih harus menemukan konsistensi pada motornya. Dan saya yakin, konsistensi masih menjadi kekuatan utama Yamaha,” tutupnya meyakini Yamaha bakal kembali tampil sebagai juara musim ini

Pedrosa Masih Dihantui Cedera

Foto: Dani Pedrosa mengaku masih merasakan sakit saat dirinya melintas di atas sirkuit Losai, dinhari tadi (Getty Images)
Foto: Dani Pedrosa mengaku masih merasakan sakit saat dirinya melintas di atas sirkuit Losai, dinhari tadi (Getty Images)

DOHA – Rider Repsol Honda, Dani Pedrosa mengaku persoalan cedera yang sempat dirasakannya masih memberikan dampak negatif buat performanya di atas sadel RC 212V yang dikendarainya saat dirinya beraksi di seri pembuka dinihari tadi.

Kendati masih dihantui persoalan cedera, Pedrosa seolaha tidak memiliki persoalan serius di dalam dirinya. Faktanya, pembalap bertubuh mungil itu berhasil naik podium ketiga di depan Jorge Lorenzo dan Casey Stoner.

Kilas balik ke belakang, persoalan cedera memang sempat menghantui rider asal Spanyol tersebut musim lalu. Serangkaian operasi pun harus dilalui Pedrosa untuk memulihkan kondisinya.

Proses pemulihannya pun berjalan sesuai rencana dan tidak ada masalah berarti. Namun siapa sangka, persoalan klasik ini menjadi kendala krusial buatnya untuk memberikan tekanan kepada Lorenzo.

“Saya kecewa, bukan untuk balapan ini, melainkan masalah fisik dengan lengan kiri saya,” kata Pedrosa sebagaimana di lansir Crash, Senin (21/3/2011)

Pedrosa pun mengakui, sebelum balapan dimulai ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi fisiknya. Puncaknya, saat balapan bergulir rasa sakit yang menghampiri semakin menjadi-jadi.

“Selama sesi latihan, saya sudah merasakan sesuatu. Tapi saya tidak yakin apakah (cedera) ini bisa seburuk itu. Akhirnya saya tidak bisa mengendalikan stang pada 7 sampai 8 lap terakhir. Saya tidak bisa menggunkan kopling sama sekali. Saya hanya menahan lengan

Pedrosa mengaku dirinya akan tampil lebih baik lagi jika dirinya tidak terganggu dengan cedera yang semoat dirasakannya saat berada di atas tunggangannya.

“Motor tersebut sangat sempuran selama balana. Saya memiliki kesempatan untuk menang. Namun saya memiliki momen sulit. Ini salah satu race terberat dalam hidup saya. Saya tidak tahu apa yang bisa saya lakukan. Dalam sesi tes musim dingin saya merasa agak lemah. Tapi saya merasa baik-baik saja,” ungkap Pedrosa.

Berangkat dari situasi ini, Pedrosa pun menyampaikan permintaan maafnya kepada tim atas hasil kurang maksimal yang didapatnya dalam balapan pemubuka musim ini.

“Saya merasa kasihan juga dengan tim saya, karena motor itu sangat baik, cepat, dan sempurna saat menikung. Saya bangga bagaimana saya mengendarainya. Saya sudah berjuang dengan Stoner."

"Saya tahu, kami akan pergi ke Jerez dalam dua pekan mendatang di mana motor berjalan sangat baik. Namun saya tidak tahu apa yang akan terjadi," tandas Predrosa

Stoner: Balapan di Jerez Tidak Mudah

Foto: Casey Stomer/Reuters
Foto: Casey Stomer/Reuters

BOLOGNA - Casey Stoner memang dengan mudah memenangi balapan di MotoGP Qatar 2011. Namun, Stoner mengingatkan balapan selanjutnya di Spanyol tidak akan mudah.

Dominasi sudah diperlihatkan pembalap anyar Repsol Honda ini sejak sesi latihan bebas. Akhirnya, Stoner memberikan kemenangan perdana buat Honda, setelah unggul sekira 3.44 detik dari juara bertahan Jorge Lorenzo.

Balapan selanjutnya akan berlangsung di Spanyol, 3 April mendatang. Stoner sadar trek rekornya di Sirkuit Jerez, tidak sebagus saat di Sirkuit Losail. Tak heran, mantan bintang Ducati sadar balapan di Spanyol nanti tidak akan berlangsung mudah.

"Sepertinya balapan di Jerez tidak akan mudah, yang mana di lintasan itu saya tidak memiliki rekor cukup bagus di masa lalu," aku Stoner, yang pernah empat musim membela Ducati itu, menjabarkan peluangnya di Spanyol.

Sejak memulai kompetisi di MotoGP musim 2007, Stoner tidak mampu mencatat hasil gemilang di Spanyol. Prestasi terbaiknya adalah finis di peringkat empat, yang mana terjadi pada musim 2009 silam. Stoner mengaku sudah tidak sabar berlaga di Jerez lagi.

"Saya sudah tidak sabar untuk membalap di sana, tahun ini. Sebab, saya akan menghadapi dua rival tangguh, dengan level sama macam Lorenzo dan Pedrosa," lanjut pembalap kelahiran Australia itu dilansir AFP, Selasa (22/3/2011).

Dovizioso Puji Agresivitas Simoncelli

F: Andrea Dovizioso (daylife)
F: Andrea Dovizioso (daylife)
DOHA – Andrea Dovizioso berhasil mengungguli Marco Simoncelli pada gelaran perdana MotoGP di GP Qatar, dini hari tadi. Namun, Dovizioso memuji penampilan pembalap satelit, Honda Gresini tersebut.

Dovizioso mewakili Honda Repsol dengan finish di empat. Dovi hanya terpaut sepersekian detik dengan Marco Simoncelli yang mengakhiri lomba di posisi kelima. Dovi ada di belakang rekan setimnya Dani Pedrosa.

Tapi, Dovizioso lebih menitikberatkan fokus pertarungan dengan Simoncelli daripada dengan Pedrosa. Pasalnya, Simoncelli balapan dengan semangat tinggi dan mampu memberikan tekanan kepada Dovi.

"Saya cukup kehilangan waktu saat betarung dengan Simoncelli. Manuvernya membatasi gerak saya dan itu cukup menyulitkan. Itu adalah momen krusial dimana kami terlibat pertarungan dan membuat kami sulit mencapai posisi tiga," jelas Dovizioso seperti dilansir Crash, Senin (21/3/2011).

Dovizioso secara umum puas dengan kecepatan motor Honda Repsol RC212V di seri perdana tersebut. Memulai balapan dari posisi tujuh, Dovizioso mampu merangkak ke posisi empat.

"Sebenarnya ada kekecewaan karena target kami adalah menguasai podium. Tapi, ini adalah hasil yang baik karena kecepatan motor sudah seusai yang saya inginkan, meski keinginan saya adalah bertarung dengan Casey Stoner dan Dani Pedrosa," lanjut Dovi.

Melihat hasil balapan dini hari tadi, jelas adalah sebuah pesan dari Honda Repsol bahwa mereka adalah tim yang siap mematahkan dominasi Yamaha atau Ducati di musim ini. HRC menempatkan Stoner dan Pedrosa untuk naik ke podium pada seri perdana tersebut.
Sumber : http://sports.okezone.com/

Cedera Bahu Pengaruhi Performa Rossi

F: Rossi di depan Ben Spies (daylife)
F: Rossi di depan Ben Spies (daylife)
DOHA – Valentino Rossi harus puas finish di posisi tujuh pada gelaran seri perdana MotoGP di Qatar dini hari tadi. Rossi menyatakan bahwa masih ada rasa sakit pada cedera bahu dan itu sangat mempengaruhi performanya di sirkuit Losail.

Juara tujuh kali MotoGP ini memang belum menunjukan performa apik bersama tim barunya, Ducati. Rossi sudah bermasalah sejak sesi pramusim, dan masalah itu berlanjut di seri perdana tadi. Memulai start dari posisi sembilan dan sempat menyodok ke posisi dua, tapi The Doctor malah melorot ke posisi tujuh.

Pertarungan Rossi hanya terjadi dengan pembalap Yamaha Ben Spies dan pembalap Yamah Tech3 Colin Edwards. Sayang, pembalap Italia tersebut tidak bisa bangkit dari posisi tujuh.

"Saya sudah memulai start dengan baik, dan perasaan saya sangat bagus sebab tenaga kuda motor langsung menyentak. Itu sangat membantu saya menyodok ke depan," jelas Rossi seusai balapan.

"Tapi, saya melakukan kesalahan kecil di tikungan pertama dan saya terpaku di belakang Hector Barbera selama beberapa lap. Saya juga sempat mendekati Marco Simoncelli dan Andrea Dovizioso, sayang saya tidak bisa menyalip mereka karena bahu terasa sakit," lanjut The Doctor seperti dilansir crash, Senin (21/3/2011).

Kendati bermasalah dengan kondisi fisik, Rossi tidak menyebut performa Ducati Desmosedici tunggangannya bermasalah. Mantan rider Honda dan Yamaha ini malah memuji performa motor.

"Tentunya kami tidak datang balapan jika hanya untuk posisi tujuh. Motor sangat baik dan kami selalu berpikir positif di setiap balapan. Buktinya, motor masih bisa melesat di awal lap," tutur Rossi.

Sementara itu rekan setim Rossi, Nicky Hayden juga mencatat hasil kurang memuaskan dengan hanya finish di posisi sembilan. Hayden berada di belakang Colin Edwars dan di depan pembalap Honda Gresini, Hiroshi Aoyama.
Sumber : http://sports.okezone.com/

Jerez Selamat Hingga 2016, Brno Kritis

Jerez de la Frontera.(foto:IST)
Jerez de la Frontera.(foto:IST)

JEREZ - Sirkuit Jerez de la Frontera Spanyol dipastikan memiliki agenda tetap MotoGP hingga lima tahun kedepan. Kepastian ini menyusul kesepakatan yang dicapai pemerintah lokal untuk mendatangani kontrak baru dengan Dorna Sports.

Jerez nyaris ‘ditutup’ menyusul pembekuan aset sirkuit yang dibuka 8 Desember 1985 itu disebabkan persoalan utang pada 2005 yang belum beres. Namun Motocuatro.com melansir Menteri Pariwisata olahraga dan Perdagangan untuk area Andalusia Luciano Alonso memposisikan Jerez sebagai sarana penting untuk menarik investasi dan publikasi sehingga Jerez diupayakan terus untuk menggelar MotoGP.

Dan kesepakatan baru dengan Dorna memastikan Jerez tetap akan menggelar MotoGP hingga 2016.Dengan pengumuman sebelumnya bahwa Motorland Aragon juga telah mempermanenkan agenda, berarti setiap tahun Spanyol dipastikan bakal menggelar empat ronde MotoGP.

Berbeda dengan Jerez, nasib sirkuit Brno Masryk cukup kritis.Setelah mengalami kerugian 3.5 juta Euro pada 2010, dikhawatirkan tahun ini merupakan musim terakhir sirkuit di Republik Ceska itu menggelar GP.

Harapan besar kini bertumpu pada kehadiran Karel Abraham, pembalap pertama Republik Ceska yang turun di MotoGP. Abraham diharapkan mampu menyedot pengunjung musim ini sehingga bisa memberi pemasukan besar meski nada pesimistis dikeluarkan Presiden sirkuit Ivana Ulmanova bahwa pemotongan investasi sekalipun tidak akan cukup untuk mempertahankan balapan di Masaryk.


Sumber : http://sports.okezone.com/

Klasemen MotoGP 2011

Klasemen MotoGP 2011

No Pembalap - Tim Poin
1Jorge Lorenzo
Yamaha
45
2Dani Pedrosa
Honda
36
3Casey Stoner
Honda
25
4Nicky Hayden
Ducati
23
5Valentino Rossi
Ducati
20
6Hiroshi Aoyama
Honda
19
7Andrea Dovizioso
Honda
17
8Hector Barbera
Ducati
14
9Cal Crutchlow
Yamaha
13
10Marco Simoncelli
Honda
11
11Ben Spies
Yamaha
10
12Colin Edwards
Yamaha
8
13Toni Elias
Honda
7
14Karel Abraham
Ducati
3
15Roger Lee Hayden
Honda
0
16Loris Capirossi
Ducati
0
17Randy de Puniet
Honda
0
18Alvaro Bautista
Suzuki
0
19John Hopkins
Suzuki
0






No Pembalap - Tim Poin
1Repsol Honda38
2Yamaha Factory Racing30
3San Carlo Honda Gresini17
4Ducati Marlboro Team16
5Yamaha Tech 313
6Mapfre Aspar Team4
7Cardion AB Motoracing3
8Rizla Suzuki 0
9Pramac Racing Team0
10LCR Honda0
 

Lorenzo: Saya Sudah Lakukan Segalanya

Foto: Aksi Jorge Lorenzo saat mencoba mengejar duo Repsol Honda Dani Pedrosa dan Casey Stoner/Daylife
Foto: Aksi Jorge Lorenzo saat mencoba mengejar duo Repsol Honda Dani Pedrosa dan Casey Stoner/Daylife

DOHA -di Sirkuit Losail, Senin (21/3/2011) dini hari WIB. Pembalap Yamaha mengakui tak mampu mengimbangi kecepatan Casey Stoner yang tampil sebagai juara. Juara dunia MotoGP Jorge Lorenzo harus puas menempati podium kedua pada seri pembuka GPQatar

Sejak sesi free practice, Lorenzo memang telah menunjukkan sikap pesimistisnya terkait persaingan timnya dengan Repsol Honda di musim ini. Lorenzo bahkan sempat menyebut paket motornya belum cukup kompetitif untuk bisa menandingi Honda yang tampil perkasa sepanjang sesi pra musim maupun saat latihan terakhir sebelum balapan.

Kecemasan Lorenzo pun akhirnya terbukti saat seri perdana MotoGP dihelat di Losail. Meski mampu menandingi dan melewati Dani Pedrosa, namun Lorenzo tidak mampu mengejar rekan setim Pedrosa, Casey Stoner yang berhasil unggul hingga detik darinya saat melewati garis finis. Lorenzo bahkan mengaku hampir terjatuh karena melakukan kesalahan saat mencoba mengejar Stoner.

“Saya hampir terjatuh. Jika anda membalap seperti itu, maka akan sangat mudah bagi anda mengalami kecelakaan,” ujarnya selepas balapan.

“Saya bisa selamat dari kecelakaan. Saya tidak tahu bagaimana (saya selamat), namun saya berhasil tetap berada di trek. Mungkin, jika hal ini tidak terjadi, saya akan terus berusaha mengejar Stoner. Tapi jujur, hari ini dia sangat, sangat cepat,” sambungnya dikutip Autosport, Senin (21/3/2011).

Meski mengakui bahwa Honda memiliki paket motor yang jauh lebih kompetitif dari timnya, namun Lorenzo tak lantas menyerah. Dia masih yakin bila cepat atau lambat timnya bakal mampu menandingi Honda.

“Banyak orang melupakan kami di balapan kali ini. Tapi, kami selalu yakin pada diri sendiri bahwa setiap hari kami bisa lebih baik lagi,” tambahnya.

“Hari ini, saya sudah melakukan segalanya di atas lintasan. Saya tidak mencoba bermain aman. Saya bahkan terus memacu motor di batas maksimal di setiap tikungan dalam setiap lapnya,” tutupnya

Race Qatar : Stoner Langsung Unjuk Gigi

Foto: Aksi Casey Stoner saat melibas sirkuit Losail/Getty Images
Foto: Aksi Casey Stoner saat melibas sirkuit Losail/Getty Images

DOHA - Casey Stoner langsung unjuk gigi pada balapan pertamanya bersama Repsol Honda. Mengawali balapan pertama musim ini di MotoGP Qatar dengan menempati pole position, Stoner berhasil menyentuh garis finis pertama di sirkuit Losail, Senin (21/3/2011) dini hari WIB.

Selepas start, Dani Pedrosa langsung menggebrak dengan menyodok ke posisi pertama, diikuti Casey Stoner dan Jorge Lorenzo di tempat ketiga. Valentino Rossi sebenarnya sempat menyeruak ke posisi dua, namun ditikungan pertama pembalap Ducati ini melebar sehingga harus tercecer ke posisi enam.

Nasib sial langsung menghampiri dua pembalap Pramac Racing. Randy De Puniet gagal menjinakkan kuda besinya saat melahap tikungan sehingga akhirnya terjatuh. Sementara rekan setimnya Loris Capirossi juga gagal melanjutkan lomba karena tergelincir ke gravel saat mencoba menghindari De Puniet.

Memasuki tiga tikungan pertama, sang juara dunia Lorenzo berhasil mengambil pimpinan lomba dari Pedrosa yang harus tercecer ke urutan tiga dibelakang rekan setimnya Stoner yang menempel ketat Lorenzo ditempat kedua. Namun, Lorenzo tak bertahan lama bercokol sebagai pembalap terdepan. Pasalnya, Stoner berhasil mengambil alih posisi terdepan, diikuti Pedrosa di tempat kedua.

Mulai dari sini, pertarungan sengit melibatkan dua pembalap Repsol Honda, Casey Stoner dan Dani Pedrosa yang mulai memberi jarak terhadap rivalnya. Memasuki lap keempat, Pedrosa melakukan manuver membahayakan dengan memotong Stoner saat keduanya mencoba memasuki tikungan. Stoner nampak tidak ingin mengikuti ego, sehingga agak memperlambat motornya dan memberikan ruang bagi Pedrosa untuk mendahuluinya.

Memasuki 10 lap pertama, duel Pedrosa dan Stoner masih menjadi tontonan paling menarik. Mereka mulai menjauhi Jorge Lorenzo di tempat ketiga. Marco Simoncelli menguntit di posisi empat diikuti Andrea Dovizioso di urutan lima. Rossi masih tak beranjak dari posisi enam, diikuti Ben Spies, Colin Edwards, Hector Barbera dan Hiroshi Aoyama melengkapi daftar sepuluh besar.

Dua pertarungan sengit menjadi suguhan menarik di pertengahan lomba. Di lap ke-12, Ben Spies sempat menyalip Rossi di peringkat enam. Namun pembalap Amerika Serikat melakukan kesalahan, melebar saat memasuki tikungan sehingga Rossi berhasil kembali mengamankan posisinya.

Sementara di depan, Casey Stoner yang terus menguntit Pedrosa, akhirnya berhasik mengambil posisi pertama dengan melakukan manuver cemerlang saat keduanya bersiap memasuki tikungan. Usai melewati Pedrosa, Stoner langsung melesat dan mulai menjaga jarak. Sedangkan, Pedrosa kini mulai mendapat tekanan dari Lorenzo di tempat ketiga.

Teror mental yang terus dihadirkan Lorenzo kepada Pedrosa akhirnya membuahkan hasil. Di sisa delapan lap, pembalap Yamaha sukses melewati Pedrosa yang gagal menutup ruang geraknya saat melahap tikungan. Sementara itu, rekan setim Lorenzo, Ben Spies juga berhasil memenangi duel sengit dengan Rossi dan mengamankan posisi enam, kendati Rossi belum menyerah dan terus berupaya merebut kembali posisinya.

Memasuki lima lap terakhir, Stoner kian jauh sendirian di depan. Sementara Dani Pedrosa sempat mengambil alih posisi Lorenzo di tempat kedua. Pembalap Repsol Honda lainnya, Dovi juga sukses mengovertake Simoncelli dan mengamankan posisi empat. Sementara di baris ketiga, Rossi juga masih berupaya keras mengambil kembali posisinya dari Spies yang menempati posisi enam.

Di sisa empat lap, Lorenzo kembali melancarkan aksinya dan berhasil melewati Pedrosa. Dari sini, Lorenzo mulai berhasil keluar dari tekanan Pedrosa dan menjaga jarak untuk mengamankan posisi kedua. Hingga berakhirnya lomba, komposisi pembalap tak mengalami perubahan.

Stoner tampil sebagai pemenang dengan selisih lebih dari tiga detik dari Lorenzo di tempat kedua, sementara Pedrosa di podium terakhir. Andrea Dovizioso mengakhiri balapan di posisi empat diikuti Marco Simoncelli, Ben Spies, Rossi di tempat ketujuh, Colin Edwards, Nicky Hayden dan Hiroshi Aoyama melengkapi format sepuluh pembalap terdepan.

Hasil MotoGP Qatar:
Pos – Pembalap – Tim -- Waktu

1. Casey Stoner Honda HRC 42:38.569
2. Jorge Lorenzo Yamaha Factory +03.440
3. Dani Pedrosa Honda HRC +05.051
4. Andrea Dovizioso Honda HRC +05.942
5. Marco Simoncelli Honda Gresini +07.358
6. Ben Spies Yamaha Factory +10.468
7. Valentino Rossi Ducati MotoGP +16.431
8. Colin Edwards Yamaha Tech 3 +26.293
9. Nicky Hayden Ducati MotoGP +27.416
10. Hiroshi Aoyama Honda Gresini +28.920
11. Cal Crutchlow Yamaha Tech 3 +34.539
12. Hector Barbera Ducati Aspar +34.829
13. Karel Abraham Ducati Cardion AB +37.957
14. Toni Elias Honda LCR +26.7

Gagal finis
15. Randy de Puniet Ducati Pramac +30.0
16. Loris Capirossi Ducati Pramac +12.8

sumber : http://sports.okezone.com

AntiVir Personal 9.0.0.403

avira-antivir-personalAvira Antivir Personal adalah program antivirus komprehensif yang mudah digunakan, didesain untuk menawarkan proteksi virus yang handal kepada pengguna personal /rumahan.

Avira menawarkan:

- Pengenalan Malware secara ekstensif terhadap virus, Trojan, Backdoor, Worms,dll.

- Pembaruan otomatis secara bertahap dari antivirus signatures, perangkat dan seluruh aplikasi.

- Proteksi Virus permanen, dengan Virus Guard yang real time.

- Instal dan konfigurasi dalam satu langkah, konfigurasi untuk melindungi PC anda dalam hitungan menit.

- Proteksi virus terhadap ancaman yang dikenal dan tidak dikenal, menggunakan sebuah sistem heuristik yang mutakhir.

- Penjadwalan, dimana anda dapat mengatur scanner untuk memeriksa virus secara otomatis atau melakukan pembaruan pada sistem anda.

- Bantuan forum dan telepon, juga Knowledge Base dengan deskripsi virus yang tersedia di situs internet.

- Mendukung Vista

- Pendeteksian dan penghapusan Rootkit.

Freeware | File ZIP 31,463 KB| Free download AntiVir Personal 9.0.0.403

VidShot Capturer 1.0

vidshot_capturer-44136-1

VidShot Capturer 1.0 dapat merekam segala aktivitas yang dilakukan yang dikerjakan di layar monitor. Sebelum merekam kita dapat melakukan konfigurasi sederhana meliputi bagian layar direkam, pengaturan frame rate. Setelah selesai diset maka mulai saja merekam dengan mengklik tombol start, bila hendak berhenti tekan saja tombol F9 di keyboard.

Fitur :

  • Capture video dari desktop
  • Capture video from Window Capture video dari Window
  • Capture wideo from region of your desktop Capture wilayah wideo dari desktop Anda
  • Automatic Video options Otomatis Video Pilihan
  • Frame Rate advaned settings Frame Rate pengaturan advaned
  • Easy and nice interface Mudah dan menyenangkan antarmuka

Freeware | File ZIP 1.19 MB| Free download VidShot Capturer 1.0

WebCamXP 5 5.3.4.252 build 2775

webcamXP-5_1

webacamXP 5 (alias proyek wLite) adalah sebuah proyek baru. Ini adalah penerus webcamXP 2008 yang ringan dan kuat untuk streaming video apapun sumber melalui internet. Menawarkan sebagian besar fitur webcamXP 2008 dengan antarmuka yang lebih sederhana.

Catatan: versi gratis ini hanya dapat digunakan untuk penggunaan pribadi saja dan hanya mendukung satu sumber video. Untuk perangkat lunak jauh lebih kuat / baik Anda dapat membeli webcamXP Private (menawarkan kemungkinan untuk menyaring IP dan untuk mengelola / mengakses video stream . Anda dapat membatasi pengguna dalam melihat waktu dan tidak perlu khawatir privasi Anda. Supports up sampai 5 sumber video) atau Anda dapat mencoba webcamXP PRO, untuk pengalaman yang paling webcamXP.

Freeware | File ZIP 5.33 MB| Free download WebCamXP 5 5.3.4.252 build 2775

Jelang MotoGP Qatar 2011 Rossi: Honda Bukan Saingan Ducati

Valentino Rossi / Foto: Daylife
Valentino Rossi / Foto: Daylife

DOHA - Memang, pembalap anyar Ducati Valentino Rossi mengklaim Honda bukan rival utamanya. Namun, pembalap asal Italia secara tersirat mengakui keunggulan duo andalan Repsol Honda.

Ya, dalam sesi kualifikasi dini hari tadi, Casey Stoner berhasil menjadi yang tercepat dan berhak mengamankan pole position. Sedangkan rekan timnya, Dani Pedrosa, membuntuti di tempat kedua.

Sementara itu, Rossi hanya mampu menempati urutan sembilan, di mana tandemnya, Nicky Hayden, justru tercecer di posisi 13. Fakta inilah yang menjadi alasan The Doctor menyebut Honda bukan pesaing Ducati pada seri pembuka MotoGP 2011 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (20/3/2011) malam waktu setempat.

“Bicara soal balapan, saya rasa selama bahu saya masih cedera, kami tidak akan bisa memiliki kecepatan yang kompetitif, selain dari dua pembalap Honda,” cetus Rossi, seperti dilansir MotoGP.com.

“Saya rasa, tanpa masalah pada bahu saya, yang menyebabkan kami kehilangan 6/10 lap, mungkin kami bisa menempati barisan kedua,” sesal mantan pembalap Yamaha.

“Hari ini, saya bisa mengendarai GP11 lebih baik. Tapi saat kami menggunakan ban lunak di sesi akhir, kekuatan saya hilang,” papar pembalap 31 tahun, seraya menjelaskan hambatannya selama sesi kualifikasi

Hopkins Gantikan Bautista di Jerez

John Hopkins/ Foto: Daylife
John Hopkins/ Foto: Daylife

LOSAIL – Rizla Suzuki akhirnya memutuskan memakai jasa John Hopkins untuk seri balap MotoGP mendatang di Jerez. Rider 27 tahun itu didaulat sebagai pengganti Alvaro Bautista.

Penunjukkan Hopkins tidak lepas dari cedera yang dialami Bautista pada sesi latihan terakhir jelang seri balapan di Qatar, Jumat (18/3/2011) lalu. Pembalap asal Spanyol itu divonis mengalami patah tulang kaki dan tidak mungkin mengikuti balapan.

Sudah dipastikan tidak ambil bagian pada balapan pembuka, Suzuki kini mengambil langkah kongkret sebagai persiapan untuk seri kedua di Jerez pada 3 April nanti, yakni dengan merekrut Hopkins sebagaimana dilansir Autosport, Minggu (20/3/2011).

"Hopkins tidak gembira dengan musibah yang menimpa Bautista, tapi saya yakin dia akan melakukan yang terbaik buat kami di Jerez," ungkap bos Suzuki, Paul Denning.

Sampai saat ini Suzuki juga baru bisa memastikan Hopkins akan tampil di Jerez saja. Denning menerangkan bahwa hal tersebut terkait bentroknya jadwal MotoGP dengan ajang British Superbike yang mana juga diikuti pria kelahiran 22 Mei 1983 bersama timnya Crescent Suzuki

Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisifasinya:

Delivered by FeedBurner