Follow us on:

Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisifasinya:

Delivered by FeedBurner

Pages

DOWNLOAD SOFTWARE UNTUK MENGUNCI KOMPUTER DENGAN FLASH DISK

Bekerja dengan banyak pekerja kantor lainnya dalam satu ruangan, tentunya sulit mendapatkan privasi. Tak heran bila banyak user yang tidak mau meninggalkan PC-nya dalam kondisi on, dikarenaka takut ataupun khawatir terganggu dengan user lainnya yang mungkin saja dapat merusak, menghilangkan ataupun mencuri data.

Solusi atas hal tersebut adalah menggunakan aplikasi khusus dikenal dengan PREDATOR. Aplikasi ini mapu mengunci PC dengan media flash disk, disaat anda tidak sedang bekerja didepan PC atau meninggalkan PC, meskipun masih didapati session Windows yang masih terbuka.

Cara kerja aplikasi ini melibatkan USB drive (flash disk) sebagai pengendali akses device PC. Jalankan aplikasi PREDATOR setelah memasang USB drive pad PC, dan segera cabut USB drive bila anda ingin meninggalkan PC dalam kondisi on sehingga keyboard dan mouse tidak dapat digunakan karena dinonaktifkan, bahkan layarnya pun tampak gelap. Device tersebut akan diaktifkan kembali bila Anda memasangkan USB drive. [dj-site.blogspot.com]

DOWNLOAD M FILE ANTI COPY FULL PATCH : SOFTWARE UNTUK MELINDUNGI FILE SUPAYA TIDAK BISA DICOPY


Hadoh....hari ini saya banyak share sofware nih. Kali ini software bernama M File Anti Copy 4.3 Full Patch. Seperti namanya software ini untuk melindungi file atau folder dalam komputer anda tidak bisa dicopy oleh orang lain.

Caranya adalah :
  1. Download M File Anti Copy 4.3 Full Patch DI SINI
  2. Ekstrak dan instal filenya
  3. Jalankan Patch-nya
  4. Setelah diinstal, masukkan password.
  5. Pilih file atau folder yang akan diproteksi
  6. Selamat file dan folder anda tidak akan bisa dicopy orang lain.
Catatan : Password akan diminta setiap anda menjalankan M File Anti Copy. Password ini juga akan diminta waktu anda menguninstal M File Anti Copy.

Sumber : http://asaborneo.blogspot.com/

Hasil Terbaik Selama Karier Aoyama

Foto: Hiroshi Aoyama/Reuters
Foto: Hiroshi Aoyama/Reuters
FAENZA - Hiroshi Aoyama berhasil finis di peringkat empat dalam balapan di MotoGP Spanyol. Ini adalah hasil terbaik Aoyama selama kariernya.
 
Memulai balapan dari peringkat 16 tidak membuat Aoyama gentar. Meski sedikit berbau keberuntungan karena sejumlah pembalap terjatuh, namun kehebatan pembalap San Carlo Honda Gresini tidak bisa dipungkiri lagi.
 
Bahkan, Aoyama berpeluang untuk bersaing dengan Nicky Hayden dalam perebutan podium ketiga balapan di Sirkuit Jerez. Sayang, waktu balapan tersisa sudah tidak cukup buat Aoyama untuk melewati Hayden. Tapi Aoyama sudah puas finis keempat.
 
"Situasinya memang sangat rumit, namun kami mendapatkan hasil balapan yang bagus dari sebuah lomba yang berat. Banyak pembalap yang terjatuh, namun saya mampu mengatasi situasi yang sangat kritis ini," jelas Aoyama dilansir Crash, Selasa (5/4/2011).
 
"Saya memang lega, namun tidak terlalu puas dengan hasil ini. Sebab, dengan memulai awal balapan sedikit lebih meyakinkan, mungkin saya bisa melewati pembalap yang lebih pelan dan saya yakin bisa naik podium," lanjut pembalap asal Jepang.
 
"Kami harus menunggu hingga balapan berikutnya untuk naik podium , namun ini menambah rasa percaya diri kepada saya dan tim, yang melakukan tugas dengan baik memberikan saya motor yang dapat bersaing dalam kondisi basah," tandasnya.

Spies: Saya Kehilangan Kontrol

Foto: Ben Spies/Reuters
Foto: Ben Spies/Reuters
GERNO DI LESMO - Ben Spies gagal naik podium di MotoGP Spanyol. Pembalap Yamaha mengaku kehilangan kontrol sehingga terjatuh di Sirkuit Jerez, Minggu kemarin.
 
"Saya cukup nyaman memulai balapan. Saya memulai balapan cukup baik dan terus menempel para pembalap yang ada di depan saya. Begitu saya di posisi empat, saya berada di belakang Nicky Hayden dan berniat melewatinya," jelas Spies.
 
Spies memulai balapan cukup nyaman. Perlahan, mantan juara Superbike itu berhasil mendekati peringkat kedua setelah beberapa pembalap seperti Casey Stoner dan Valentino Rossi terjatuh. Spies berambisi melewati Dani Pedrosa.
 
Pembalap asal Amerika itu berhasil melewati Pedrosa untuk beberapa saat. Praktis, Spies mulai sangat yakin bisa naik ke podium di Sirkuit Jerez. Sayang, pada lap 25, Spies kehilangan kendali sehingga motornya terjatuh.
 
"Saya melihat Pedrosa memiliki masalah lebih besar ketimbang saya, tapi begitu saya berhasil melewatinya, saya tidak sadar sudah berada di posisi kedua," lanjut Spies sebagaimana dilansir MCN, Selasa (5/4/2011).
 
"Setiap tikungan setelah saya melewati Pedrosa, saya mulai mengurangi kecepatan, kemudian saya mencoba untuk membalap dengan santai. Tiba-tiba, saya sudah berada di aspal," tandas pembalap pengganti Valentino Rossi.

Rossi: Tidak Jatuh, Saya Pasti Menang

Foto: Valentino Rossi mendapat sambutan fans usai finish kelima di Jerez/Getty Images
Foto: Valentino Rossi mendapat sambutan fans usai finish kelima di Jerez/Getty Images
JEREZ - Kekecewaan memang masih terlihat jelas di wajah Valentino Rossi usai insiden yang melibatkannya dengan Casey Stoner. Meski demikian, Rossi mengaku puas dengan performa Desmosedici GP11 yang menurutnya bisa saja mengantarnya meraih podium pertama.

Rossi memang tampil apik pada balapan kali ini. Dalam cuaca basah, The Doctor mampu memacu Desmolsedici GP11 dengan maksimal. Bahkan, Rossi berhasil mencatatkan waktu terbaik, atau unggul hampir setengah detik dari para pembalap lainnya. Hal ini praktis mendongkrak posisinya, yang start di posisi 12 hingga menembus peringkat tiga.

Sayang, nasib buruk menimpa Rossi usai mengasapi mantan rekan setim dan rivalnya Jorge Lorenzo. Saat tengah memburu posisi dua dari tangan Stoner, Rossi terlihat terlalu bernafsu sehingga gagal melibas tikungan dengan mulus dan terjatuh serta menyeret Stoner yang berada di sisi luar.

Tapi untungnya, peraih sembilan gelar juara ini mampu bangkit dan berhasil finis di tempat kelima. “Saat balapan berlangsung basah (hujan), saya berhasil mencatatkan lap tercepat. Jadi saya memiliki peluang cukup bagus untuk memenangi balapan,” ujar Rossi kepada wartawan usai balapan seperti dikutip Autosport, Senin (4/4/2011).

“Bisa mengakhiri balapan di posisi lima, merupakan hal yang positif bila balapan berlangsung kering (cerah), tapi dalam kondisi hujan, kami mampu tampil lebih kompetitif,” sambungnya mengamini komentar rekan setimnya Nicky Hayden yang menyebut Ducati lebih garang saat balapan basah.

“Kami sedikit beruntung dengan cuaca hari ini. Cuaca hujan memberikan saya kesempatan emas untuk meraih kemenangan pertama bersama Ducati. Tapi sayangnya, saya membuang kesempatan dengan sebuah kesalahan,” sesalnya.

Ditanya soal kondisi bahunya yang masih belum pulih 100 persen, Rossi mengaku sudah tidak terlalu merasakan nyeri, terutama saat cuaca hujan. “Di balapan basah, bahu saya tidak masalah. Saya bisa membalap dengan 100 persen. Beban sedikit berkurang, karena saat balapan basah, saya tidak terlalu mengeluarkan tenaga untuk menahan bobot dan cengkeraman motor. Sudah sejak tahun lalu, saya belum pernah lagi merasakan seperti ini. Ini membuat saya optimistis,” tutupnya

FIM Tinjau Ulang Insiden Stoner & Rossi

Foto: FIM akan meninjau insiden Casey Stoner dan Valentino Rossi di sirkuit Jerez (Reuteres Pictures)
Foto: FIM akan meninjau insiden Casey Stoner dan Valentino Rossi di sirkuit Jerez (Reuteres Pictures)
AALAST - Insiden yang melibatkan Casey Stoner dan Valentino Rossi dalam balapan di Jerez masih mendapat perhatian serius dari Stoner. Tidak terkecuali Federasi Motor Internasional FIM.

Betapa tidak, pembalap Repsol Honda masih menyesalkan sikap Marshal yang tidak acuh kepada dirinya, saat berusaha bangun dari motornya. Akibatnya, Stoner terpaksa menyudahi balapan, sementara Rossi berhasil finis di urutan ke lima.

Stoner pun menyebut, kecelakaan ini merupakan pengalaman berharga bagi dirinya saat berhadapan dengan pembalap spesial sekelas Rossi. "Ini sesuatu yang harus dipelajari setiap pembalap saat melawan Rossi ketika harus berurusan dengan hal tersebut. Ini benar-benar tidak adil."

Akibat kecelakaan yang melibatkan dua pembalap beda usia itu, FIM mengumumkan bahwa mereka akan meninjau ulang insiden itu, meskipun mereka kembali menegaskan bahwa hasil balapan tidak dapat diubah.

"Setelah tabrakan antara Rossi dan Stoner pada balapan MotoGP di GP Spanyol pada 3 April lalu, Race Director memutuskan akan mengadakan rapat dengar pendapat dengan panitera balapan dan chief marshal," bunyi pernyataan FIM yang dirilis situs resmi MotoGP, Rabu (6/4/2011).

"Ini dimaksudkan untuk mendengar penjelasan pejabat yang bertanggung jawab (dalam balapan tersebut). Namun, keputusan akhir dari Race Director tidak akan mempengaruhi hasil perlombaan. Lebih jauh, rapat diselenggaralan pada Kamis 28 April mendatang di Estoril, Portugal," sambung pernyataan tersebut.


Sumber : http://sports.okezone.com/

Lorenzo Ikut Kritik Perilaku Marshal

Foto: Jorge Lorenzo/Reuters
Foto: Jorge Lorenzo/Reuters
GERNO DI LESMO - Perilaku tidak berimbang dilakukan marshal terhadap Valentino Rossi dan Casey Stoner. Hal ini, membuat Jorge Lorenzo ikut mengkritik perilaku marshal itu.
 
Ya, insiden itu terjadi pada balapan MotoGP Spanyol, Minggu kemarin. Ketika itu, motor Rossi menyerempet Stoner, kedua terjatuh di Sirkuit Jerez. Ketika itu, marshal berbondong-bondong mendorong motor Rossi. Sedangkan Stoner, hanya ada satu orang yang mau membantu pembalap Repsol Honda itu.
 
Tentu, perlakuan ini membuat kesal Stoner, yang membuatnya tidak dapat melanjutkan balapan. Menurut mantan bintang Ducati itu, marshal terlalu pilih kasih dalam memberikan pertolongan. Perlakuan marshal ini juga membuat Lorenzo angkat bicara.
 
"Tidak mungkin Rossi merencanakan kecelakaan itu. Hal itu bisa terjadi ke siapapun, begitu juga terhadap saya. Namun, Stoner tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti itu dari marshal," kata Lorenzo, pemenang di MotoGP Spanyol.
 
"Seseorang mengatakan kepada saya, marshal membantu Rossi dan tidak terhadap Stoner, dan saya tidak suka dengan perlakuan mereka ini. Saya mau mereka tidak memihak dan tidak seperti ini," lanjut pembalap andalan Yamaha itu.
 
"Namun untuk sementara ini, saya melihat para marshal seperti sangat gugup dan terkadang, sulit untuk bereaksi dengan sempurna mengatasi keadaan ini," tandasnya dilansir MCN, Selasa (5/4/2011).


Sumber : http://sports.okezone.com/

Jerez Milik Lorenzo

JEREZ Jorge Lorenzo tampil sempurna saat menaklukkan Sirkuit Jerez. Di tengah sengitnya perburuan podium, Lorenzo keluar sebagai pemenang, Minggu (3/4/2011).

Tampil di hadapan ribuan pendukungnya pada seri kedua MotoGP Spanyol, Lorenzo sudah menekan sejak lap awal. Di atas lintasan basah, Stoner memimpin balapan setelah sukses mengamankan pole position kemarin.

Lorenzo, yang menempati start kedua justru bisa mengambil alih tempat pertama di sisa 15 lap terakhir. Diikuti Dani Pedrosa dan Ben Spies. Penampilan Marco Simoncelli dan Valentino Rossi juga layak diacungi jempol.

Keduanya mampu melesat ke urutan terdepan. Simoncelli bahkan sempat memimpin lomba dan disusul Stoner, kemudian Lorenzo. Rossi yang terus menguntit terus menteror Lorenzo yang berada di depannya.

Sayang, nasib nahas justru menimpa Rossi dan Stoner. Keduanya bertabrakan dan jatuh ke pembatas. Rossi kembali ke lintasan, sementara Jerez tampaknya masih menjadi mimpi buruk untuk Stoner. Pembalap Australia tak mampu melanjutkan balapan karena motor mengalami masalah.

Pertarungan sengit juga ditunjukkan Pedrosan dan Spies uang memperebutkan posisi empat. Pedrosa yang menenangi pertempuran kemudian memberikan tekanan kepada Nicky Hayden di urutan tiga.

Pertarungan kian memanas saat Simoncelli yang asyik memimpin lomba harus terjatuh. Sialnya, pembalap kribo itu tak bisa melanjutkan balapan dan menyerahkan posisi terdepan kepada Lorenzo dan diikuti Pedrosa.

Perebutan posisi tiga juga kian menarik menjelang akhir balapan. Spies yang nyaris mengamankan podium terakhir harus terjatuh. Posisi tiga pun diambil alih Collin Edwards. Sialnya, Edwards pun harus menyerah di lintasan basah, dan Hayden berhak mendapat podium di Jerez.

Hasil lengkap:



Rank Pembalap  Tim Waktu
1 Jorge Lorenzo  Yamaha   50:49.046
2 Dani Pedrosa  Honda HRC 19.339
3 Nicky Hayden  Ducati MotoGP 29.085
4  Hiroshi Aoyama  Honda Gresini 29.551
5 Valentino Rossi  Ducati MotoGP  +01:02.227
6 Hector Barbera  Ducati Aspar  +01:08.440
7 Karel Abraham  Ducati Cardion AB  +01:14.120
8  Cal Crutchlow  Yamaha Tech 3  +01:19.110
9 Toni Elias  Honda LCR  +01:42.906
10  John Hopkins  Suzuki MotoGP  +01:48.395
11 Loris Capirossi  Ducati Pramac  +01:51.876
12 Andrea Dovizioso  Honda HRC
13 Colin Edwards  Yamaha Tech 3  +01:32.0
14  Ben Spies  Yamaha   DNF
15 Randy de Puniet  Ducati Pramac  DNF
16 Marco Simoncelli  Honda Gresini  DNF
17 Casey Stoner  Honda HRC  DNF

Hayden: Ducati Hebat di Trek Basah

F: Nicky Hayden (daylife)
F: Nicky Hayden (daylife)
JEREZNicky Hayden merasakan podium pertamanya di musim ini, setelah finis di posisi ketiga. Pembalap Ducati ini menjelaskan dirinya tidak memiliki cara khusus untuk bisa naik podium. Namun, Hayden memuji performa motornya melibas lintasan basah.
 
Pembalap asal Amerika Serikat ini memulai balapan dari posisi 11. Perlahan tapi pasti, Hayden bisa ke jajaran depan, termasuk mendapat warisan dari beberapa pembalap yang terjatuh. Hayden mengambil keuntungan dari terlemparnya Ben Spies dan Colin Edwards ke gravel.
 
"Hujan membuat balapan menjadi buruk. Sebenarnya, saya tidak terlalu memikirkan apakah balapan akan berjalan kering atau basah. Tapi, ada keuntungan dengan balapan basah ini, dan saya finis di posisi ketiga," jelas Hayden seperti dilansir Autosports, Minggu (3/4/2011).
 
Hayden menyebut Ducati adalah salah satu motor tercepat di sirkuit, saat melintas di aspal yang basah. "Awalnya kami benar-benar baik. Saya pikir motor sangat baik dalam beberapa lap awal, atau saat masih hujan cukup deras," kata Hayden.
 
"Tapi, saat mulai mengering semua menjadi sulit. Terutama pada bagian lap akhir saya tidak bisa membuka gas dengan penuh. Beruntung ban masih bisa bekerja dengan baik. Saya sadar, ada beberapa insiden yang membantu saya bisa naik podium,” lanjut Hayden.
 
The Kentucy Kid ini berterima kasih kepada seluruh tim Ducati yang telah membantunya selama ini, hingga bisa naik podium di musim 2011.

Lorenzo Sempat Sulit Fokus Balapan

F: Lorenzo menerima trofi dari King Juan Carlos (daylife)
F: Lorenzo menerima trofi dari King Juan Carlos (daylife)
JEREZ Jorge Lorenzo menjadi salah satu pembalap yang tampil konstan dan penuh konsentrasi tinggi di GP Spanyol, Jerez. Rider andalan Yamaha ini pun finis terdepan pada seri kedua MotoGP 2011 ini.

Jorge Lorenzo mampu mengambil alih balapan, setelah memanfaatkan beberapa insiden yang menimpa para rivalnya. Seluruh pembalap harus berjuang keras memacu motor di lintasan yang licin. Penggunaan ban basah juga menjadi kontradiktif di akhir balapan, dimana lintasan sudah mongering.
 
Rekan Lorenzo, Ben Spies terjatuh menjelang akhir balapan. Rider Honda Gresini Marco Simoncelli juga jatuh saat memimpin. Valentino Rossi dan Casey Stoner harus bersenggolan dan jatuh, saat Rossi coba melakukan overtaking dari arah dalam saat tikungan. Cal Crutchlow, Randy de Puniet dan Karel Abraham juga terjatuh.
 
"Benar-benar sulit untuk menjaga fokus dan konsentrasi saat melihat beberapa pembalap terjatuh," kata Lorenzo seperti dilansir Autosport, Senin (4/4/2011).
 
"Setiap lap yang saya lalui, ban semakin berada dalam kondisi yang lebih buruk. Akibatnya, saya harus memastikan setiap sudut tikungan di mana saya harus memperlambat laju motor,” lanjut juara dunia musim lalu ini.
 
Lorenzo pun memilih menjaga posisinya saat sudah memimpin jauh di depan, mengungguli rider Hond Repsol Daniel Pedrosa.
 
"Saya terus menjaga konsentrasi setelah melihat pembalap lain berjatuhan. Tidak mudah karena balapan ini cukup panjang. Kami bisa menang kedua kalinya di Jerez, yang saya anggap sebagai sirkuit terbaik di dunia."
 
Seperti di tahun lalu, Lorenzo merayakan kemenangan di rumahnya sendiri dengan berhenti saat melakukan victory lap dan melompat ke danau yang ada di tengah sirkuit Jerez.

Pedrosa Puas Finis Kedua

F: Daniel Pedrosa (daylife)
F: Daniel Pedrosa (daylife)
JEREZDaniel Pedrosa menyelamatkan wajah tim papan atas Honda Repsol dengan menjadi runner up di GP Spanyol, Jerez. Pedrosa puas dengan berada di posisi dua dan bersyukur mendapatkan poin penting.
 
Pedrosa memulai balapan di tempat kedua tapi melorot ke posisi 11. Sedikit demi sedikit, rider Spanyol ini bergerak ke depan melewati pembalap lain. Momentum Pedrosa mengendur saat disalip Ben Spies, beruntung pembalap Yamaha tersebut terjatuh.
 
"Saat balapan dimulai, saya sudah mengalami kesulitan. Saya berada di posisi 11, atau lebih. Tapi, saya bisa melaju dengan cepat dan berada di posisi kedua. Ini penting buat saya," jelas Pedrosa seperti disitat Crash, Senin (4/4/2011).
 
Pedrosa mengaku masih belum pulih total dari cedera yang mengganggu performanya di Jerez. Pedrosa sangat terbantu dengan banyaknya pembalap yang tergelincir, hingga dia mendapat posisi kedua.
 
"Saya berjuang keras mempertahankan motor. Saat trek lurus, saya tidak bisa membuka gas dengan baik dan saya tahu ini akan mengganggu. Saya hanya coba bertahan dengan ban yang ada. Tidak terlalu mengenakan saat melihat pembalap lain terjauh dan saya melewatinya," lanjut Pedrosa.
 
Pedrosa akan naik meja operasi untuk memperbaiki cedera di tulang selangka, awal pekan ini. Ada waktu sekitar empat pekan, sebelum GP Portugal, Estoril, dimulai bulan depan.
 
"Besok saya akan melakukan operasi besar. Sata harap semuanya berjalan baik dan saya bisa sembuh untuk kembali bertarung di Estoril," tutupnya.
Sumber :http://sports.okezone.com/

Percakapan Rossi-Stoner Seusai Balapan

F: Stoner dan Rossi saat terjatuh (daylife)
F: Stoner dan Rossi saat terjatuh (daylife)
JEREZCasey Stoner harus mengubur ambisinya menjuarai GP Spanyol, Jerez, setelah terjatuh akibat menyenggol motor Valentino Rossi. Stoner tidak bisa melanjutkan balapan, sementara Rossi tetap menyelesaikan balapan hingga finis di posisi kelima.
 
Stoner yang memulai balapan dari posisi pertama, sebenarnya langsung memimpin balapan. Tapi, rider Honda Repsol dilewati Marco Simoncelli dan harus bersaing dengan Valentino Rossi yang sukses menyodok ke posisi tiga.
 
Petaka buat keduanya, The Doctor coba mengambil Stoner dari dalam di lap 8. sayang Rossi terlalu cepat mengambil keputusan dalam menyalip dan terlambat saat berbelok. Rider Ducati itu tergelincir dan membuat Stoner tidak sempat menghindari motor Rossi yang jatuh di depannya.
 
Seusai balapan, Rossi sendiri langsung mencari dan menghampiri Stoner untuk meminta maaf. Keduanya terlihat berjabat tangan. Inilah petikan percakapan keduanya, seperti dilansir Crash.
 
Stoner (tersenyum): “Bagaimana bahumu? Apakah baik-baik saja?”
 
Rossi (dengan helm yang belum terlepas): “Saya sangat menyesal dan minta maaf.”
 
Stoner: “Okay. Kau punya masalah dengan cedera bahu itu?”
 
Rossi: “Saya membuat kesalahan besar”
 
Stoner: “Yeah. Sejujurnya, ambisi kamu mengalahkan talentamu.”
 
Rossi: “Eh?”
 
Stoner: “Ambisi yang ada lebih besar daripada bakat.”
 
Rossi: “Saya minta maaf”
 
Stoner: “Tidak masalah.”
 
Saat Rossi akan melintas di garis finis pada posisi lima, Stoner menyempatkan diri berlari ke pinggir sirkuit dan bertepuk tangan. Entah apa maksud dari tepuk tangan Stoner ini. Apakah bentuk kekecewaan atau memang ucapan selamat buat Rossi yang bisa menyelesaikan balapan?

Stoner Kecewa Dinomorduakan

Foto: Casey Stoner dan Valentino Rossi mencoba membangunkan motornya usai kecelakaan/Reuters
Foto: Casey Stoner dan Valentino Rossi mencoba membangunkan motornya usai kecelakaan/Reuters
JEREZ - Casey Stoner memang sudah memaafkan Valentino Rossi yang membuatnya harus terlempar dari balapan di Jerez, malam tadi. Namun, pembalap Repsol Honda ini masih menyimpan kekecewaan mendalam saat terjadinya kecelakaan tersebut.

Stoner mengaku kecewa dengan sikap marshal yang menomorduakannya dalam membantunya. Dalam insiden tersebut, Stoner memang sempat marah kepada marshal yang lebih mendahulukan menolong Rossi sehingga bisa kembali balapan, hingga bisa finis kelima. Sementara dirinya harus terlebih dulu marah-marah, sebelum akhirnya dibantu, meski sudah terlambat. RC212V geberannya tidak bisa lagi menyala.

“Tidak ada kerusakan berarti pada motor saya. Sesaat setelah terjatuh, saya sempat mematikan motor. Tapi, sayangnya dengan sistem kopling yang kami miliki, kami membutuhkan dua pin untuk kembali menghidupkan motor secara normal,” ujarnya sebagaimana dikutip Autosport, Senin (4/4/2011).

“Kami sudah mencoba beberapa kali dan saya mencoba memasukkan gigi, dan saya pikir jika kami mampu melewati tanjakan dengan banyak orang yang mendorong, maka saya memiliki peluang bagus untuk kembali menghidupkan motor,” keluhnya.

“Saat melihat ke belakang, saya melihat hanya satu orang yang membantu saya (mendorong motor), sementara yang lainnya tengah berjalan menuju pos mereka.. Apa yang harus saya lakukan dengan itu? Saya percaya, orang itu (satu orang yang membantunya) telah berusahaa keras, namun hanya dengan satu orang, itu mustahil (menghidupkan motor). Dia mungkin bisa mati sebelum kami mampu melewati tanjakan,” sambungnya.

“Ini jelas tidak fair. Marshal tidak melakukan tugasnya secara konsisten. Mereka seharusnya bersikap konsisten dengan semua pembalap, bukan memilah mereka berdasarkan popularitas,” tegasnya.

Lebih jauh, Stoner menilai bila dirinya mendapat perlakuan sama seperti yang diterima Rossi dari marshal, maka dia bisa melanjutkan balapan dan mungkin meraih hasil yang cukup lumayan, mengingat Rossi berhasil finis di tempat kelima, karena banyaknya pembalap lain yang juga terjatuh.

“Saya rasa, bila saya mampu kembali ke lintasan mala saya bisa mendapatkan poin yang lumayan, karena motornya saya tidak rusak. Kami seharusnya bisa tampil kompetitif hingga akhir balapan. Tapi, kejadiannya justru seperti ini,” sesalnya


Sumber :http://sports.okezone.com/

CURAHAN HATI SANG THE DOCTOR

Foto: Momen saat Valentino Rossi mencoba melewati Casey Stoner sehingga akhirnya terjadi kecelakaan/Reuters
Foto: Momen saat Valentino Rossi mencoba melewati Casey Stoner sehingga akhirnya terjadi kecelakaan/Reuters
JEREZ - Penyesalan mendalam dirasakan Valentino Rossi menyusul insiden yang melibatkannya dengan Casey Stoner. Pembalap Ducati ini mengakui tidak memaksakan diri untuk melewati pembalap Honda tersebut.

The Doctor memang melakukan kesalahan fatal dalam balapan di Jerez, kemarin malam. Tampil kompetitif sejak awal balapan dan berhasil merangsek dari posisi 12 ke peringkat tiga, kepercayaan diri Rossi sontak membuncah. Namun, kepercayaan diri kelewat tinggi pembalap Ducati berbuah petaka saat dirinya mencoba melewati Stoner (posisi dua) di sebuah tikungan.

Rossi yang mencoba mengambil dari sisi dalam, gagal mengendalikan motornya hingga akhirnya terjatuh dan menyeret Stoner yang berada di sisi luar. Akibat insiden ini, keduanya pun terjatuh. Namun, untungnya Rossi bisa melanjutkan balapan hingga akhirnya finis kelima, sedangkan Stoner gagal melanjutkan balapan.

Ditanya soal kronologis insiden tersebut, Rossi mengakui saat itu dirinya tidak sama sekali berniat untuk memaksakan diri melewati Stoner. Namun, karena dia gagal melakukan pengereman dengan sempurnya, akhirnya ban depan motornya kehilangan traksi hingga terpeleset dan apesnya menyeret Stoner.

“Saat berada di belakang Stoner, saya tidak berusaha mengovertake dia saat melakukan pengereman (di tikungan). Akan tetapi, saya menekan rem lebih dalam jika dibandingkan dengannya (Stoner). Selain itu, saya juga tidak memiliki cukup ruang di sisi luar, jadi saya memaksakan masuk di sisi dalam untuk menghindari risiko bagi kami. Tapi, sayangnya saya kehilangan kontrol ban depan hingga akhirnya menyeretnya,” urai Rossi sebagaimana dikutip Autosport, Senin (4/4/2011).

Atas insiden ini, Rossi mengakui memang pantas disalahkan. “Jelas, ini kesalahan saya dan saya meminta maaf kepada Stoner. Saya tahu, dia pasti marah karena dia tidak melakukan kesalahan. Saya juga langsung menemuinya (setelah balapan) untuk meminta maaf kepadanya,” tegas pembalap veteran 32 tahun ini


Sumber :http://sports.okezone.com/

Free Practie II GP Spanyol Gantian Pedrosa Tercepat

Foto: Aksi Dani Pedrosa saat mengikuti sesi free practice di Jerez/Getty Images
Foto: Aksi Dani Pedrosa saat mengikuti sesi free practice di Jerez/Getty Images
JEREZ - Repsol Honda masih mendominasi sesi free practice (FP) jelang MotoGP Spanyol di Jerez, Minggu (3/4/2011) nanti. Setelah Casey Stoner jadi yang tercepat di sesi FP I, kini giliran rider Honda lainnya Dani Pedrosa yang tampil sebagai pembalap tercepat pada sesi FP II, Jumat (1/4/2011).

Bertarung dalam kondisi cuaca yang cukup sulit karena tiupan angin yang cukup kencang, Pedrosa tetap mampu tampil prima. Pembalap Spanyol berhasil mengalahkan catatan waktu rekan setimnya, Stoner, dengan menembus angka 1 menit 40.101 detik. Stoner sendiri harus puas di posisi kedua dengan selisih tipis, 0.188 detik.

Jagoan Yamaha Racing yang juga juara dunia, Jorge Lorenzo berhasil memperbaiki posisinya. Jika di FP I Lorenzo hanya mampu finis di tempat kelima, pada sesi kali ini pembalap Spanyol mampu merangsek ke peringkat tiga dengan selisih 0.522 detik dari Pedrosa.

Sebaliknya, juara dunia sembilan kali Valentino Rossi jusrtu mengalami penurunan. Pembalap anyar Ducati melorot ke posisi lima, setelah sebelumnya mampu menempati urutan tiga. The Doctor mencatatkan waktu terbaik 1 menit 40.956 detik atau terpaut 0.855 detik di belakang Pedrosa.

Pembalap satelit Honda Marco Simoncelli masih tampil konsisten dengan kembali menempati posisi empat. Rider Gresini Honda sukses mengalahkan catatan waktu pembalap pabrikan Honda (Repsol Honda) Andrea Dovizioso yang harus puas hanya berada di urutan 12.

Kejutan ditampilkan pembalap pendatang baru Karel Abraham. Pembalap Cardion Ducati sempat mengalami dua insiden sepanjang sesi kali ini: Pertama terjatuh saat memasuki hairpin dan sempat terjerumus ke gravel. Meski demikian, pembalap asal Republik Ceska mampu mencatatkan waktu cukup baik dan menempati posisi 10.

Hasil lengkap Free Practice II:
Pos – Pembalap – Team – Waktu – Gap

 1. Dani Pedrosa  Honda  1 menit 40.101 detik
 2. Casey Stoner  Honda  1m40.289s  +0.188 detik
 3. Jorge Lorenzo  Yamaha  1m40.623s  +0.522 detik
 4. Marco Simoncelli Gresini Honda  1m40.701s  +0.600 detik
 5. Valentino Rossi  Ducati  1m40.956s  +0.855 detik
 6. Randy de Puniet  Pramac Ducati 1m40.982s  +0.881 detik
 7. Ben Spies  Yamaha  1m41.053s  +0.952 detik
 8. Nicky Hayden  Ducati  1m41.058s  +0.957 detik
 9. Hiroshi Aoyama  Gresini Honda  1m41.292s  +1.191 detik
10. Karel Abraham  Cardion Ducati 1m41.304s  +1.203 detik
11. Colin Edwards  Tech 3 Yamaha  1m41.337s  +1.236 detik
12. Andrea Dovizioso  Honda  1m41.407s  +1.306 detik
13. Hector Barbera  Aspar Ducati  1m41.665s  +1.564 detik
14. Loris Capirossi  Pramac Ducati  1m41.810s  +1.709 detik
15. Cal Crutchlow  Tech 3 Yamaha  1m41.854s  +1.753 detik
16. John Hopkins  Suzuki  1m42.305s  +2.204 detik
17. Toni Elias  LCR Honda  1m42.690s +2.589 detik


Sumber :  http://sports.okezone.com/motogp

Masalah Besar The Doctor

F: Valentino Rossi (daylife)
F: Valentino Rossi (daylife)
JEREZ – Valentino Rossi sedang dalam masalah besar. Hanya finish di posisi tujuh pada GP Qatar Maret lalu, Rossi belum siap dengan kondisinya jelang berlaga di GP Spanyol, Jerez, akhir pekan ini.

Pemilik nomor 46 ini adalah pembalap paling sukses di Jerez, dengan enam kemenangan di kelas premier MotoGP. Namun menilik hasil balapan di seri perdana, Rossi menyatakan masih bermasalah dengan kondisi fisiknya dan juga performa motor Ducati Desmosedici GP11.

“Ini adalah momen yang sulit. Kami memiliki masalah yang berbeda. Pertama adalah kondisi saya, dimana saya butuh waktu untuk fit 100 persen. Kedua adalah motor, saya membutuhkan kondisi motor yang lebih baik, agar Desmosedici bisa lebih kompetitif,” jelas Rossi, Jumat (1/4/2011).

“Semua tim terlebih Honda, sudah melakukan langkah besar untuk lebih baik. Sekarang kami juga harus menyamai langkah yang sama dengan Honda,” lanjut The Doctor.

Keputusan Rossi menyeberang ke Ducati dari Yamaha memang cukup dipertanyakan publik MotoGP. Tapi Rossi pernah menghadapi situasi lebih buruk ketika memutuskan hengkang dari Honda dan menyeberang ke Yamaha.

“Saat pindah ke Yamaha, itu adalah tantangan besar buat saya. Sekarang saya mendapat kesulitan yang levelnya kurang lebih sama. Tapi, sedikit lebih berat karena kondisi saya yang belum pulih,” tutup Rossi.
Sumber : http://sports.okezone.com/motogp

Jika Anda Menyukai Artikel Blog ini, Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah, Maka Anda Akan Mendapatkan Kiriman Email Setiap Kali Ada Posting Baru. Terima Kasih Atas Partisifasinya:

Delivered by FeedBurner