LAGUNA SECA – Jelang GP Amerika Serikat akhir pekan ini, datang kabar tak sedap bagi dua rider Honda, Andrea Dovizioso dan Marco Simoncelli. Bos Honda, Shuhei Nakamoto tak berniat mempertahankan mereka di tim Honda musim depan.
Nakamoto terpaksa harus ‘mendepak’ dua pembalap asal Italia tersebut karena tekanan ekonomi. Honda masih belum keluar dari masa krisinya sejak krisis ekonomi beberapa bulan lalu.
Ditambah bencana dahsyat (gempa dan tsunami) yang menimpa Jepang, membuat produksi Honda menurun dan mereka kian kesulitan mempertahankan keseimbangan neraca perekonomian mereka.
Untuk dua pembalap andalannya, Casey Stoner dan Dani Pedrosa masih akan bertahan. Mereka berdua bertahan karena memang masih terikat kontrak sampai musim 2012 mendatang.
“Belakangan ini keadaan kami sangat sulit, krisis ekonomi belum berakhir bagi kami. Terlebih kami mengalami bencana alam, musim semi lalu. Produksi kami turun 30%, jadi kami harus memotong sejumlah anggaran,” tutur Nakamoto, sebagaimana dilansir Yahoosports, Rabu (20/7/2011).
“Jika saya terpaksa mengumumkan pembalap kami musim depan, saya hanya akan mendiskusikannya dengan Pedrosa dan Stoner, karena mereka-lah yang masih terikat kontrak dengan kami musim depan. Jadi mungkin saya harus mengucapkan selamat tinggal untuk Dovizioso dan Simoncelli,” tambahnya.
“Untuk saat ini, saya meminta mereka berdua untuk sabar: kami sedang mencari solusi untuk mengatasi situasi ini. Kami harus memangkas sejumlah pendanaan, tapi saya tak tahu betul seberapa besar. Pada pertengahan Agustus nanti, segalanya akan lebih jelas,” pungkas Nakamoto.
sumber : http://sports.okezone.com
Diposting oleh
Unknown
| Selasa, 02 Agustus 2011 at 16.56
0
komentar
Diposting oleh
Unknown
| at 16.53
Foto: Casey Stoner/Reuters
Keputusan Stoner untuk meninggalkan Ducati sepertinya sangat tepat. Terbukti, musim ini, pembalap asal Australia itu berhasil naik podium sebanyak sembilan kali naik podium (5 kali menang, dan sisanya peringkat dua serta tiga).
Sayang, pencapaian itu harus tercoreng pada lomba kedua di Sirkuit Jerez, Spanyol. Stoner gagal naik podium setelah bersenggolan dengan Valentino Rossi. Juara dunia 2007 itu menyesali insiden yang menimpanya dengan Rossi itu.
"Saya seharusnya naik podium juga pada awal tahun ini dan saya akan berada pada posisi yang lebih baik dari sekarang, yang mana saya sendiri sulit mempercayainya," kata Stoner sebagaimana dilansir MCN, Sabtu (30/7/2011).
"Hasil terburuk saya adalah di Mugello. Saya tidak mampu bertarung pada akhir lomba dan itu dikarenakan tekanan pada ban. Sedangkan di Jerman, saya sadar akan kesulitan dengan cuaca yang panas. Tapi, jujur Lorenzo mengalahkan saya di tikungan akhir," lanjutnya.
"Saat itu saya ingin menjaga jarak. Tapi, Lorenzo mampu menyalip saya dari dalam dan mengambil risiko yang terbayar lunas buatnya. Kendati demikian, saya sudah cukup senang dengan kondisi sekarang dan tim Honda bekerja dengan baik," tandas suami dari Adriana Tuchyna itu.
Diposting oleh
Unknown
| at 16.51
foto: Valentino Rossi/Reuters
Rossi memang kesulitan untuk mengendarai motornya pada tahun ini. Meski sudah menggunakan motor terbaru GP11.1, namun mantan pembalap Honda dan Yamaha itu hanya mampu finis di peringkat enam pada ajang MotoGP Amerika Serikat, pekan kemarin.
The Doctor mengaku setingan di Amerika adalah sebuah kemajuan yang sangat pesat. Tapi, pembalap yang finis 30 detik di belakang Casey Stoner itu, menegaskan masih ada sejumlah hal yang harus diperbaiki oleh Ducati.
"Kami memiliki masalah pada bagian depan, khususnya ketika motor bersandar terlalu berat, tapi kami membutuhkan modifikasi yang lebih besar untuk memecahkan masalah itu. Mari kita lihat berapa lama waktu untuk memecahkan masalah itu," kata Rossi.
"Mengenai motor Tim Honda dan Yamaha, Anda sadar perbedaan sangat besar. Setiap tikungan mereka dapat menggeber motor lebih cepat ketimbang kami. Pada akhir lap, jarak kami menjadi semakin jauh," lanjut pembalap asal Italia.
"Di Amerika, kami menemukan setingan yang sangat tepat, tapi kami harus mampu lebih dari ini. Targetnya adalah harus lebih cepat dan membuat motor Desmosedici lebih mudah dikendarai oleh semua pembalap," tandasnya dilansir Gazzetta dello Sport, Rabu (27/7/2011).




